:strip_icc()/kly-media-production/medias/5434971/original/083908800_1764998264-WhatsApp_Image_2025-12-06_at_11.09.28.jpeg)
Kabar gembira datang dari Taman Nasional Way Kambas (TNWK) dengan kelahiran seekor anak gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) berjenis kelamin betina. Bayi gajah ini lahir pada Rabu, 4 Desember 2025, sekitar pukul 23.25 WIB, dan diperkirakan memiliki berat 64 kilogram.
Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas, MDH Zaidi, mengonfirmasi bahwa kondisi anak gajah dan induknya, Yulia, dalam keadaan sehat. Yulia, gajah berusia 12 tahun yang baru pertama kali melahirkan, menunjukkan kondisi yang stabil pasca persalinan. Anak gajah tersebut dilaporkan sudah mampu berdiri dan berjalan sendiri pada pukul 02.05 WIB dini hari setelah kelahirannya, dan pada pukul 07.49 WIB sudah terlihat aktif berusaha menyusu kepada induknya.
Kelahiran ini menjadi berita yang sangat positif bagi upaya pelestarian gajah Sumatera, spesies yang terdaftar sebagai sangat terancam punah (critically endangered) dalam daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN). Bertambahnya populasi ini memberikan optimisme baru bagi keberlanjutan spesies gajah di kawasan konservasi Way Kambas.
Populasi gajah Sumatera di Indonesia menghadapi berbagai ancaman, termasuk perambahan hutan, perluasan perkebunan baik legal maupun ilegal, serta alih fungsi lahan di wilayah jelajah mereka. Oleh karena itu, setiap kelahiran gajah di penangkaran seperti di Way Kambas dianggap sebagai pencapaian penting dalam menjaga kelangsungan hidup satwa kebanggaan nasional ini.