:strip_icc()/kly-media-production/medias/5448449/original/igital_Grab_di_Times_Square__New_York__menampilkan_Pink_Beach_sebagai_salah_satu_destinasi_wisata_Indonesia_yang_dikurasi_bersama_Kementerian_Pariwisata_dan_Ekonomi_Kreatif_Republik_Indonesia__da.jpeg)
Pantai Pink Labuan Bajo baru-baru ini mencuri perhatian global setelah tampil dalam iklan berdurasi 15 detik yang diputar oleh Grab di Times Square, New York, Amerika Serikat. Kampanye iklan ini berlangsung dari tanggal 2 hingga 12 Desember 2025, bertujuan untuk mempromosikan destinasi wisata ikonik serta kuliner khas dari berbagai negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Penayangan iklan ini merupakan bagian dari upaya Grab untuk meningkatkan kembali sektor pariwisata di kawasan Asia Tenggara dan menyajikan pengalaman perjalanan yang lebih mudah, aman, dan lancar bagi para wisatawan. Sejak debutnya di Nasdaq pada tahun 2021, Grab memang telah memanfaatkan ruang billboard di Times Square untuk menampilkan mitra dan daya tarik regionalnya.
Pantai Pink, atau yang juga dikenal sebagai Pantai Merah, merupakan salah satu daya tarik utama yang terletak di dalam Taman Nasional Komodo, sebuah Situs Warisan Dunia UNESCO. Keunikan pantai ini terletak pada pasirnya yang berwarna merah muda mencolok, fenomena langka yang dihasilkan dari perpaduan pasir putih dengan fragmen-fragmen karang merah dan organisme mikroskopis bernama Foraminifera yang memiliki cangkang berwarna merah. Pantai ini dikenal sebagai salah satu dari sedikit pantai berpasir merah muda di dunia. Selain keindahan pasirnya, perairan di sekitar Pantai Pink juga terkenal jernih dengan kehidupan bawah laut yang kaya dan terumbu karang yang terjaga, menjadikannya lokasi yang ideal untuk kegiatan snorkeling dan menyelam. Warna pasir di Pantai Pink sendiri dapat berubah nuansanya tergantung pada kondisi cuaca dan waktu kunjungan. Kolaborasi ini didukung oleh berbagai badan pariwisata nasional di Asia Tenggara, menandakan komitmen bersama untuk menarik lebih banyak pelancong ke wilayah tersebut. Proyeksi Dewan Perjalanan & Pariwisata Dunia (WTTC) menunjukkan bahwa PDB Perjalanan & Pariwisata Asia Tenggara diperkirakan akan tumbuh pada tingkat rata-rata tahunan sebesar 5,5% dari tahun 2024 hingga 2034.