Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Pendapatan Baturraden Anjlok: Manajemen Merana Akibat Sepinya Wisatawan Jabar

2025-12-29 | 17:10 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-29T10:10:54Z
Ruang Iklan

Pendapatan Baturraden Anjlok: Manajemen Merana Akibat Sepinya Wisatawan Jabar

Pengelola Lokawisata Baturraden di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengungkapkan penurunan jumlah kunjungan wisatawan secara signifikan pada tahun 2025, khususnya dari Jawa Barat, yang selama ini menjadi pasar utama mereka. Koordinator Lokawisata Baturraden, Agus Riyanto, menyatakan bahwa kebijakan larangan study tour dari Jawa Barat telah menyebabkan hilangnya sekitar 30 hingga 40 persen pangsa pasar sejak Februari 2025. Penurunan ini terjadi meskipun Lokawisata Baturraden masih dianggap sebagai destinasi favorit, bahkan mencatatkan 11.000 pengunjung dalam sepekan terakhir libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Kebijakan larangan study tour di Jawa Barat, yang diberlakukan setelah insiden kecelakaan bus yang melibatkan rombongan pelajar, berdampak langsung pada Lokawisata Baturraden yang biasanya menerima rombongan besar dari Indramayu, Cirebon, dan Ciamis. Hal ini memperparah tantangan yang sudah ada, termasuk menjamurnya objek wisata baru di kawasan Baturraden itu sendiri, yang kini memiliki sekitar 38 objek wisata besar dan kecil. Fenomena ini menyebabkan pecahnya konsentrasi wisatawan, di mana Lokawisata Baturraden tidak lagi menjadi satu-satunya tujuan utama karena banyaknya pilihan. Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Lokawisata Baturraden, Suyanto, menegaskan bahwa penurunan kunjungan selama libur sekolah tahun 2025 mencapai sekitar 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dalam konteks yang lebih luas, meskipun pariwisata Jawa Tengah secara keseluruhan menunjukkan geliat positif pada tahun 2025 dengan 53 juta kunjungan wisatawan nusantara hingga triwulan III, Lokawisata Baturraden mengalami tantangan spesifik ini. Pemerintah Kabupaten Banyumas sendiri telah menargetkan 60.000 kunjungan ke Baturraden selama libur Lebaran 2025, namun target tersebut diperkirakan tidak tercapai sebagian karena waktu libur yang lebih pendek dan kondisi ekonomi yang lesu. Pada Lebaran 2023, kunjungan Lokawisata Baturraden juga turun 27 persen dibandingkan 2022, dengan pendapatan menurun 39 persen.

Perubahan dalam preferensi wisatawan domestik juga perlu dicermati. Laporan Agoda menunjukkan bahwa Yogyakarta menggeser Bali sebagai destinasi favorit keluarga Indonesia untuk liburan akhir tahun 2025, dengan peningkatan minat ke Jogja mencapai 29% dibandingkan tahun sebelumnya. Aksesibilitas yang lebih mudah dan biaya yang lebih terjangkau melalui transportasi darat menjadi faktor penentu bagi wisatawan domestik, terutama dari Jawa Tengah dan sekitarnya. Baturraden, sebagai destinasi wisata alam unggulan di lereng Gunung Slamet yang dikenal dengan udara sejuk dan pemandangan asri, harus beradaptasi dengan dinamika pasar yang berubah ini.

Ke depan, pengelolaan pariwisata di Kabupaten Banyumas juga sedang mengalami perubahan struktural. Lokawisata Baturraden yang sebelumnya dikelola oleh Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Pariwisata, akan kembali ke tangan Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) dengan tujuan memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Perpindahan ini, yang diharapkan rampung akhir tahun 2025, berarti seluruh operasional akan ditanggung APBD. Sementara itu, BLUD Pariwisata akan mengelola dua destinasi wisata baru. Langkah ini menunjukkan upaya restrukturisasi di tingkat lokal untuk menghadapi tantangan dan mengoptimalkan potensi pariwisata di tengah persaingan ketat dan perubahan perilaku wisatawan.