Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Pendaki Tersambar Petir di Merbabu: Waspada Bahaya Gunung Saat Cuaca Buruk

2025-12-26 | 08:19 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-26T01:19:49Z
Ruang Iklan

Pendaki Tersambar Petir di Merbabu: Waspada Bahaya Gunung Saat Cuaca Buruk

Seorang pendaki mengalami insiden tersambar petir di lereng Gunung Merbabu, Jawa Tengah, pada Jumat pagi, memicu operasi evakuasi darurat oleh tim gabungan relawan, warga lokal, dan pengelola basecamp melalui jalur Swanting di Kabupaten Magelang. Insiden ini terjadi di tengah periode libur panjang akhir tahun, ketika gunung-gunung populer di Indonesia, termasuk Merbabu, dipadati oleh pendaki yang seringkali mengabaikan peringatan cuaca ekstrem.

Kapolsek Sawangan, AKP Glenter Pitoyo, mengonfirmasi kejadian tersebut, menyatakan bahwa proses evakuasi masih berlangsung. Senada, Koordinator Unit Siaga SAR Borobudur, Arif Yulianto, juga membenarkan laporan adanya seorang pendaki yang terkena sambaran petir dan timnya dalam perjalanan menuju lokasi. Identitas korban belum dapat dikonfirmasi secara rinci oleh otoritas setempat hingga proses evakuasi selesai dan pemeriksaan lebih lanjut dilakukan.

Peristiwa ini menyoroti kembali bahaya mendaki gunung di Indonesia, khususnya selama musim penghujan ketika fenomena petir menjadi ancaman serius. Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) telah berulang kali mengeluarkan imbauan kepada para pendaki untuk selalu mewaspadai kondisi cuaca yang tidak menentu dan tidak memaksakan pendakian saat hujan deras atau badai. Kepala Balai TN Gunung Merbabu, Junita Parjanti, pada kesempatan sebelumnya telah mengingatkan pentingnya kehati-hatian dan kewaspadaan serta menghindari titik rawan aliran air.

Risiko tersambar petir di pegunungan, terutama di area terbuka atau dekat objek tinggi seperti pohon tunggal atau menara pemancar, adalah hal yang diakui oleh para ahli mitigasi bencana. Rukman Nugraha, staf Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pernah mengimbau pendaki untuk tidak berteduh di bawah pohon tinggi karena risiko "side flash" petir. Ketua Umum Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia, Roni Ibrahim, juga menekankan pentingnya memeriksa ramalan cuaca dan menghindari benda logam saat petir berpotensi muncul.

Secara lebih luas, insiden kecelakaan pendakian di Indonesia menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Data dari Jelajah Lagi mencatat sebanyak 155 pendaki meninggal dunia di berbagai gunung di Indonesia antara 2013 hingga Mei 2024, dengan penyebab bervariasi mulai dari erupsi gunung berapi, hipotermia, hingga kecelakaan. Meskipun statistik spesifik untuk sambaran petir di Merbabu tidak langsung tersedia secara terpisah, data dari Basarnas pada tahun 2015 mencatat satu kasus pendaki tersambar petir di antara 12 kecelakaan pendakian. Federasi Mountaineering Indonesia pada Maret 2025 bahkan merilis rekomendasi strategis nasional untuk penguatan sistem keselamatan di gunung-gunung rawan, termasuk peningkatan pemantauan cuaca dan edukasi pendaki.

Kecelakaan di Merbabu ini menggarisbawahi urgensi bagi para pendaki untuk memprioritaskan keselamatan di atas euforia mencapai puncak. Pengelola taman nasional menghadapi tantangan ganda: memenuhi antusiasme pendaki, terutama selama musim liburan dengan kuota harian yang penuh, sambil memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan. Kebijakan ketat mengenai perlengkapan wajib seperti jas hujan dan pembekalan yang cukup, serta penekanan pada prinsip membawa kembali sampah turun gunung, menjadi bagian dari upaya mitigasi yang terus disosialisasikan. Namun, insiden semacam ini menunjukkan bahwa kesadaran risiko dan disiplin personal dari setiap pendaki merupakan faktor krusial yang tidak dapat dikesampingkan. Kolaborasi antara pemerintah, pengelola taman nasional, komunitas pendaki, dan individu menjadi fondasi utama dalam menciptakan budaya pendakian yang aman dan bertanggung jawab di masa mendatang.