Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Moncer! Jeep Wisata Lava Tour Merapi Panen Cuan dari Wisatawan

2025-12-27 | 03:20 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-26T20:20:07Z
Ruang Iklan

Moncer! Jeep Wisata Lava Tour Merapi Panen Cuan dari Wisatawan

Destinasi wisata petualangan Lava Tour Merapi di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatatkan peningkatan signifikan dalam jumlah pengunjung dan aktivitas ekonomi, terutama menjelang dan selama musim libur akhir tahun 2024/2025. Ketua Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi (AJWLM) Dardiri mengungkapkan bahwa kunjungan wisatawan rata-rata mencapai 16.000 orang per hari pada periode libur Natal dan Tahun Baru 2024/2025, menunjukkan peningkatan 5-10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sebanyak kurang lebih 1.500 armada jip disiagakan untuk memenuhi tingginya permintaan ini, dengan banyak jip yang melayani hingga tiga kali perjalanan dalam sehari.

Fenomena "cuan" atau keuntungan besar ini tidak lepas dari sejarah panjang dan adaptasi masyarakat lereng Merapi pasca-erupsi dahsyat tahun 2010. Awalnya, inisiatif warga lokal memanfaatkan material vulkanik dan lanskap sisa erupsi sebagai daya tarik wisata, mengubah bencana menjadi berkah ekonomi. Wisatawan kini dapat menjelajahi Museum Mini Sisa Hartaku, Batu Alien, dan Bunker Kaliadem, sambil merasakan sensasi off-road di jalur lahar dan pasir vulkanik. Paket perjalanan bervariasi dari "Short Trip" seharga sekitar Rp400.000 hingga Rp450.000, "Medium Trip" Rp500.000, hingga "Long Trip" yang dapat mencapai Rp600.000 hingga Rp900.000 per jip untuk kapasitas 3-4 orang. Tingginya antusiasme pengunjung, bahkan mengharuskan mereka mengantre jip, menunjukkan popularitas yang kian meroket, didorong pula oleh viralitas di media sosial seperti TikTok.

Dampak ekonomi dari Lava Tour Merapi sangat terasa di tingkat lokal. Pariwisata ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat sekitar, menciptakan ribuan lapangan kerja bagi pengemudi jip, pemandu, fotografer, pengusaha suvenir, dan pelaku UMKM lainnya. Penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan keras, seperti operasional kendaraan off-road sebesar 30 persen, dan keterampilan lunak seperti komunikasi serta pelayanan wisata sekitar 40 persen di kalangan masyarakat setempat. Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Edy Winarya, mengakui bahwa Lava Tour Merapi adalah salah satu andalan wisata Kabupaten Sleman. Secara keseluruhan, kunjungan wisata ke Sleman pada semester pertama 2024 telah mencapai 4,2 juta orang, dengan destinasi alam seperti lereng Merapi menyumbang 29,15 persen dari total tersebut.

Namun, keberlanjutan sektor ini menghadapi sejumlah tantangan krusial. Aktivitas Gunung Merapi yang masih aktif menuntut kewaspadaan tinggi dan penyesuaian rute demi keselamatan wisatawan. Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo menegaskan pentingnya pengelola wisata di lereng Merapi untuk selalu waspada dan mengambil langkah cepat jika terjadi situasi membahayakan, tanpa menunggu komando. Di sisi lain, isu-isu lingkungan seperti terganggunya keseimbangan hidrologi dan hilangnya spesies flora akibat pengembangan wisata juga menjadi perhatian. Regulasi ketat diperlukan untuk memastikan operasional jip mematuhi standar keamanan dan tidak merusak ekosistem. Pada 2018, setelah insiden kecelakaan yang menewaskan seorang wisatawan, operasional jip sempat dihentikan sementara untuk evaluasi dan penataan ulang rute serta standar keselamatan. Pemerintah Kabupaten Sleman, melalui Dinas Pariwisata dan pihak terkait, telah merancang rute jip wisata yang baru, mengacu pada kawasan aman dan membatasi perlintasan di jalan raya. Upaya menjaga kualitas dan keamanan terus dilakukan, termasuk tes urine bagi pengemudi jip oleh BNNK Sleman menjelang libur akhir tahun 2025/2026 untuk memastikan mereka bebas dari narkotika dan dapat memandu wisatawan dengan sehat. Ke depan, edukasi lingkungan bagi wisatawan dan kerja sama masyarakat lokal dalam konservasi menjadi kunci untuk memastikan Lava Tour Merapi tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan secara ekologis dan sosial.