
Bagi aktris dan pebisnis Luna Maya, makna liburan telah bergeser secara signifikan dari sekadar pelarian menuju esensi kebermaknaan, refleksi, dan kebersamaan, terutama terlihat dalam aktivitasnya sepanjang tahun 2025. Alih-alih mengejar agenda padat, ia kini secara eksplisit mengadvokasikan pendekatan "mindful" dalam berlibur, sebuah filosofi yang ia sampaikan menjelang akhir tahun ini.
Pergeseran ini terlihat jelas dalam pilihan destinasi dan prioritasnya. Pada November 2025, Luna Maya memilih Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, sebagai lokasi untuk melepas penat bersama ibunda tercinta, Desa Maya, dan kekasihnya, Maxime Bouttier. Di sana, aktivitasnya meliputi menjelajahi pantai, menaiki kano menyusuri hutan bakau, dan berinteraksi langsung dengan warga lokal, yang baginya merupakan "momen tak terbeli bersama keluarga." Deklarasinya bahwa "Rote, waktu bersama keluarga, momen yang sangat berharga," menggarisbawahi prioritas barunya pada kualitas hubungan interpersonal di tengah kesibukan karier. Kemudian pada Desember 2025, ia juga mengajak karyawan perusahaan Role Entertainment dan Nama Beauty berlibur ke Yogyakarta, dengan kegiatan seperti petualangan jip di Gunung Merapi, menunjukkan komitmennya terhadap kebersamaan tim dan melepas penat bersama setelah setahun bekerja.
Pandangan ini sejalan dengan resolusi tahun barunya untuk 2025 yang diungkapkan pada Januari, di mana ia berharap memiliki lebih banyak waktu untuk diri sendiri, kesehatan yang lebih baik, dan menjaga hubungan dengan orang-orang terdekat, termasuk keluarga dan teman-teman. Sepanjang tahun, Luna Maya secara konsisten menekankan pentingnya menjaga keseimbangan hidup antara pekerjaan, kehidupan pribadi, dan kebutuhan diri. Ia menyadari bahwa industri hiburan menuntut ritme kerja yang tinggi, namun menegaskan bahwa fokus mengejar karier tidak boleh mengabaikan kesehatan fisik dan mental, yang justru menjadi syarat untuk produktivitas jangka panjang. "Aku mencoba untuk punya kehidupan yang balance (seimbang) antara pekerjaan, kehidupan pribadi, dan kebutuhan diri. Jadi aku atur semuanya agar seimbang," ujarnya pada Juli 2025.
Filosofi liburannya saat ini jauh melampaui sekadar perjalanan. Melalui kampanye "Break the Holiday Rush," Luna Maya mengajak masyarakat untuk mengambil jeda dan berbagi kebahagiaan lewat hal-hal sederhana, terinspirasi dari gaya hidup Brasil "Ginga" yang menekankan sikap santai, mudah bergaul, dan percaya diri. Ini bukan sekadar deskripsi liburan, melainkan sebuah pernyataan tentang bagaimana ia memilih untuk mengelola tekanan hidup modern, menjadikan liburan sebagai waktu untuk mengisi ulang energi secara sadar dan memperkuat ikatan personal. Pemilihan destinasi domestik yang sarat nilai budaya dan kebersamaan menjadi indikator kuat bahwa baginya, liburan adalah investasi pada kesejahteraan batin dan hubungan, bukan semata-mata kemewahan atau status sosial. Implikasi jangka panjang dari pendekatan ini dapat dilihat pada peningkatan kualitas hidup dan keberlanjutan kariernya di tengah tuntutan industri yang tidak pernah padam.