Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Louvre Bentengi Diri: Jeruji Besi Amankan Mahakarya Pasca Pembobolan

2025-12-28 | 04:06 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-27T21:06:46Z
Ruang Iklan

Louvre Bentengi Diri: Jeruji Besi Amankan Mahakarya Pasca Pembobolan

Museum Louvre, Paris, memperketat langkah keamanannya secara drastis dengan memasang jeruji besi pada jendela Galeri Apollo pada 23 Desember 2025, menyusul pembobolan daring yang terjadi pada 19 Oktober 2025 yang mengakibatkan hilangnya delapan permata mahkota Prancis senilai sekitar 88 juta euro (sekitar 102 juta dolar AS). Pemasangan jeruji besi ini merupakan salah satu langkah darurat yang diputuskan setelah pencurian, yang secara telanjang menyoroti celah keamanan signifikan di salah satu museum yang paling banyak dikunjungi di dunia.

Insiden pencurian yang terjadi pada siang hari itu melibatkan sekelompok pencuri yang menyamar sebagai pekerja konstruksi. Mereka menggunakan lift keranjang untuk memanjat dan membobol jendela lantai dua Galeri Apollo, kemudian menggunakan gergaji listrik untuk membuka lemari pajangan kaca. Seluruh aksi pencurian berlangsung kurang dari delapan menit, dengan para pencuri menghabiskan empat menit di dalam museum, sebelum melarikan diri dengan delapan dari sembilan permata yang diambil, karena satu mahkota jatuh saat melarikan diri.

Francis Steinbock, wakil administrator museum, menyatakan bahwa pemasangan jeruji besi tersebut adalah salah satu tindakan darurat yang telah disepakati dan diimplementasikan sebelum akhir tahun. "Kami berkomitmen untuk menyelesaikannya sebelum akhir tahun," kata Steinbock, menambahkan bahwa diskusi mengenai pengamanan jendela lain masih berlangsung. Direktur Louvre, Laurence des Cars, sebelumnya juga telah menginformasikan kepada anggota parlemen bahwa jeruji yang sempat dilepas pada periode restorasi 2003-2004 di Galeri Apollo akan dipasang kembali sebelum Natal.

Pencurian ini memicu tinjauan keamanan yang intens. Sebuah audit keamanan yang baru-baru ini dilakukan mengungkapkan bahwa 35% ruangan di Sayap Denon, tempat permata dicuri, tidak dilengkapi kamera pengawas. Selain itu, audit tahun 2018 telah memperingatkan tentang kerentanan balkon yang digunakan para pencuri, namun kekhawatiran tersebut tidak ditindaklanjuti oleh direktur sebelumnya. Senat Prancis, melalui Senator Laurent Lafon, ketua Komite Kebudayaan, secara terbuka mengakui bahwa peralatan keamanan museum "tidak sesuai" dengan standar modern abad ke-21.

Sebagai respons jangka panjang, museum telah mengumumkan rencana induk keamanan senilai 92 juta dolar AS yang akan diterapkan secara bertahap. Langkah-langkah ini mencakup penempatan unit polisi bergerak di dekat piramida kaca ikonik, pemasangan lebih dari 100 kamera pengawas baru di seluruh kompleks museum pada akhir tahun 2026, serta peningkatan sistem anti-intrusi. Selain itu, Louvre akan membentuk posisi "Koordinator Keamanan" yang akan melapor langsung kepada Direktur Laurence des Cars, membentuk komite pengarah keamanan, dan meningkatkan anggaran pelatihan staf sebesar 20 persen.

Meskipun empat tersangka telah ditangkap dan didakwa terkait pencurian tersebut, permata-permata yang hilang, termasuk tiara, anting zamrud, dan kalung safir, belum berhasil ditemukan, kecuali satu mahkota yang rusak karena terjatuh saat pelarian. Insiden ini bukan kali pertama Louvre menjadi sasaran pencurian, dengan insiden terkenal sebelumnya termasuk hilangnya Mona Lisa pada tahun 1911 yang baru ditemukan dua tahun kemudian, dan lukisan Jean-Baptiste-Camille Corot pada tahun 1998 yang belum ditemukan hingga kini.

Implikasi finansial dari peningkatan keamanan ini juga akan berdampak pada pengunjung. Harga tiket masuk Louvre untuk pengunjung non-Uni Eropa akan naik 45 persen menjadi 37 dolar AS mulai 14 Januari 2026, yang diperkirakan akan meningkatkan pendapatan antara 17,38 juta hingga 23,17 juta dolar AS. Langkah ini mencerminkan dilema yang dihadapi museum-museum besar di seluruh dunia: menyeimbangkan kebutuhan krusial untuk melindungi koleksi tak ternilai dengan menjaga pengalaman estetika dan aksesibilitas bagi jutaan pengunjung.