Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Liputan6.com: Madinah, Detak Jantung Sejarah Rasulullah

2025-12-30 | 02:20 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-29T19:20:01Z
Ruang Iklan

Liputan6.com: Madinah, Detak Jantung Sejarah Rasulullah

Peliputan Liputan6.com mengenai perjalanan spiritual menelusuri jejak Rasulullah di Madinah menyoroti upaya para peziarah mencari koneksi lebih dalam dengan sejarah Islam, sebuah narasi yang selaras dengan ambisi Arab Saudi untuk merevolusi pengalaman wisata religi. Laporan tersebut merinci kunjungan ke situs-situs krusial seperti Masjid Quba, masjid pertama yang dibangun Nabi Muhammad SAW, serta Ethiq Well, sumur yang airnya pernah diminum Rasulullah, dan area di sekitar Masjid Nabawi. Inisiatif Liputan6.com ini muncul di tengah lonjakan jumlah peziarah dan investasi besar-besaran oleh Kerajaan Saudi untuk meningkatkan infrastruktur dan layanan, yang bertujuan menampung puluhan juta pengunjung setiap tahunnya.

Madinah, sebagai kota suci kedua Islam, menyimpan kekayaan sejarah tak ternilai yang menjadi fondasi peradaban Islam. Dari kedatangan Nabi Muhammad SAW pada 622 Masehi, kota ini menjadi pusat penyebaran ajaran Islam, ditandai dengan pembangunan masjid-masjid dan lokasi penting lainnya. Bagi jutaan Muslim global, menapaktilasi tempat-tempat ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan pengalaman spiritual mendalam untuk memahami perjuangan dan warisan Nabi. Pendekatan jurnalisme yang fokus pada pengalaman mendalam peziarah ini menggarisbawahi pergeseran dalam narasi wisata religi, dari sekadar ritual menuju penghayatan historis dan spiritual.

Pemerintah Arab Saudi secara agresif mengimplementasikan program transformasi Vision 2030, yang bertujuan mendiversifikasi ekonomi dari ketergantungan minyak dengan menjadikan pariwisata sebagai pilar utama. Wisata religi adalah tulang punggung strategi ini, dengan Madinah menjadi fokus utama pengembangan. Proyek-proyek raksasa seperti "Rua Al Madinah" dan "Islamic World District" sedang dibangun di dekat Masjid Nabawi. Proyek Rua Al Madinah, yang diperkirakan menelan biaya sekitar 140 miliar riyal Saudi (setara Rp 548 triliun), bertujuan untuk meningkatkan kapasitas akomodasi hingga 93.000 kamar hotel dan dapat menampung 30 juta pengunjung pada tahun 2030. Proyek ini juga akan menciptakan 93.000 lapangan kerja langsung dan tidak langsung. Islamic World District, dengan lahan seluas sekitar 900.000 meter persegi, akan menawarkan layanan perumahan dan perhotelan berkualitas tinggi serta fasilitas keagamaan dan budaya. Pembangunan ini tidak hanya tentang peningkatan kapasitas, tetapi juga pengayaan pengalaman peziarah melalui fasilitas modern dan integrasi transportasi ramah lingkungan.

Data terbaru menunjukkan dampak signifikan dari upaya ini. Pada tahun 2024, Arab Saudi mencatat rekor 18,5 juta peziarah haji dan umrah, jumlah tertinggi sepanjang sejarah. Kunjungan ke Rawdah Sharif di Masjid Nabawi sendiri telah melampaui 13 juta pada tahun 2024, naik drastis dari 4 juta pada tahun 2022. Sementara itu, total jamaah umrah pada triwulan III tahun 2024 mencapai 6.254.751 orang, meningkat 35% dibandingkan periode yang sama tahun 2023. Pendapatan dari haji dan umrah merupakan kontributor ekonomi terbesar kedua bagi Arab Saudi setelah minyak, menegaskan pentingnya sektor ini dalam diversifikasi ekonomi negara.

Seiring dengan modernisasi, pemerintah Saudi juga berkomitmen pada pelestarian warisan Islam. Lebih dari 100 situs bersejarah di Madinah yang terkait dengan kehidupan Nabi Muhammad dan peristiwa penting Islam sedang dipulihkan dan dikembangkan sebagai bagian dari proyek tiga tahun hingga 2025. Inisiatif ini mencakup restorasi situs Pertempuran Parit, sumur Al-Faqir, Masjid Al-Qiblatayn, dan renovasi sumur Utsman bin Affan. Menteri Haji dan Umrah, Dr. Tawfiq Al-Rabiah, menyatakan komite bekerja untuk mewujudkan keinginan kepemimpinan Saudi melestarikan warisan Islam agar dapat dinikmati peziarah dan pengunjung lainnya. Namun, upaya pelestarian ini juga perlu memperhatikan kritik historis terkait penggusuran beberapa situs warisan Islam demi perluasan area Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di masa lalu.

Kebijakan visa yang lebih fleksibel, yang memungkinkan pemegang berbagai jenis visa untuk melakukan umrah, menunjukkan upaya Arab Saudi untuk menarik lebih banyak pengunjung di luar musim haji. Selain itu, pemerintah juga menerapkan kebijakan lokalisasi di sektor pariwisata, mewajibkan resepsionis warga Saudi di fasilitas perhotelan dan mendukung peningkatan kontribusi warga negara dalam sektor ekonomi strategis, sejalan dengan Vision 2030.

Masa depan wisata religi di Madinah diproyeksikan akan semakin terintegrasi antara pengalaman spiritual mendalam dan fasilitas modern. Transformasi ini memiliki implikasi jangka panjang bagi jutaan peziarah, memungkinkan mereka menunaikan ibadah dengan kenyamanan yang belum pernah ada sebelumnya sekaligus mendalami sejarah Islam. Bagi Arab Saudi, investasi ini diperkirakan akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat posisinya sebagai pusat dunia Islam yang modern dan inovatif. Tantangannya adalah menyeimbangkan pesatnya modernisasi dengan menjaga otentisitas dan kesakralan situs-situs bersejarah, memastikan bahwa "napas Rasulullah" tetap terasa otentik di tengah gemerlap pembangunan.