Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Kota Tua Jakarta Rayakan Malam Tahun Baru 2025 dengan Jakarta Light Festival: Pesta Cahaya Pengganti Kembang Api

2025-12-29 | 04:00 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-28T21:00:07Z
Ruang Iklan

Kota Tua Jakarta Rayakan Malam Tahun Baru 2025 dengan Jakarta Light Festival: Pesta Cahaya Pengganti Kembang Api

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memutuskan untuk mengganti pesta kembang api tradisional dengan Jakarta Light Festival yang spektakuler di kawasan Kota Tua sebagai puncak perayaan malam pergantian tahun 2025 menuju 2026. Kebijakan ini diterapkan sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan menyusul bencana alam di beberapa daerah di Sumatra, sekaligus menandai pergeseran fokus Jakarta menuju perayaan yang lebih berempati dan berbasis budaya. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, secara tegas menyatakan bahwa seluruh kegiatan pesta kembang api untuk perayaan Tahun Baru 2026 ditiadakan, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun pihak swasta. Keputusan ini merupakan respons terhadap situasi duka di Sumatra yang dilanda banjir bandang dan tanah longsor pada November lalu, menewaskan lebih dari 1.100 orang dan menyebabkan 175 orang hilang.

Pengganti kemeriahan visual tersebut adalah atraksi cahaya, pertunjukan drone, dan video mapping yang akan menghiasi langit Jakarta, termasuk di Kota Tua. Jakarta Light Festival di Kota Tua dijadwalkan berlangsung dari 30 hingga 31 Desember 2025, menghadirkan instalasi cahaya artistik, atraksi budaya, dan hiburan langsung. Festival ini diharapkan dapat menyulap kawasan bersejarah itu menjadi "lautan cahaya" dengan instalasi visual dan pertunjukan musik dari komunitas lokal. Pada perayaan sebelumnya, Jakarta Light Festival di Kota Tua diperkirakan menarik sekitar 41.000 pengunjung. Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua mencatat, selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, kawasan ini mengalami peningkatan kunjungan signifikan, mencapai rata-rata sekitar 18.000 orang per hari pada 25 Desember 2025.

Revitalisasi Kota Tua, yang telah berlangsung sejak tahun 1974, secara konsisten berupaya menjadikan area ini sebagai destinasi wisata budaya unggulan. Dengan arsitektur kolonial Belanda yang khas, Kota Tua menawarkan pengalaman unik yang menarik wisatawan domestik dan mancanegara. Pembenahan infrastruktur, perluasan area pejalan kaki, dan pembersihan kanal merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan daya tarik kawasan. Kementerian Pariwisata telah menggarisbawahi peran Jakarta sebagai pintu gerbang utama bagi wisatawan internasional ke Indonesia. Strategi penyelenggaraan acara publik seperti Jakarta Light Festival menegaskan komitmen pemerintah untuk memposisikan Jakarta sebagai "kota global yang ramah, inklusif, dan penuh inovasi," sekaligus menyoroti kekayaan budaya Betawi dan sistem transportasi terintegrasi.

Pergeseran dari pesta kembang api menuju perayaan berbasis cahaya dan budaya mencerminkan tren global di mana kota-kota besar semakin mengadopsi pendekatan yang lebih berkelanjutan dan sadar lingkungan dalam acara publik. Dengan menghilangkan kembang api, Jakarta mengurangi dampak lingkungan seperti polusi udara dan kebisingan, sekaligus mengurangi risiko keamanan publik. Inisiatif ini juga berpotensi memberikan dampak ekonomi jangka panjang yang lebih merata, mendukung UMKM dan komunitas kreatif yang terlibat dalam festival, dibandingkan dengan investasi besar pada kembang api yang efeknya sesaat. Keputusan ini secara strategis memproyeksikan citra Jakarta sebagai kota metropolis yang tidak hanya modern dan dinamis, tetapi juga memiliki kedalaman empati sosial dan penghargaan terhadap warisan budaya.