Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

KLIA Diguncang Ancaman Bom Bertubi-tubi, Penumpang Nekat Akui Bawa Peledak

2025-12-06 | 08:26 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-06T01:26:33Z
Ruang Iklan

KLIA Diguncang Ancaman Bom Bertubi-tubi, Penumpang Nekat Akui Bawa Peledak

Seorang penumpang ditahan di Terminal 1 Lapangan Terbang Antarabangsa Kuala Lumpur (KLIA) pada Selasa, 2 Desember 2025, setelah memicu ancaman bom palsu yang menyebabkan penundaan penerbangan domestik dan mengaktifkan protokol keamanan darurat. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 17.32, hanya beberapa menit sebelum pesawat dijadwalkan untuk lepas landas.

Penumpang tersebut dilaporkan membuat klaim palsu tentang adanya alat peledak di dalam pesawat. Beberapa laporan menyebutkan bahwa individu tersebut menulis catatan pada label tasnya yang berbunyi, "Tolong jangan ambil ada bom" ("Please don't take, there's a bomb"). Motif di balik tindakan ini, menurut Ketua Polis Daerah KLIA, Asisten Komisioner Azman Shariat, adalah untuk mencegah beg miliknya diganggu oleh teman-temannya, dan tidak ditemukan motif kejahatan lain.

Menyusul laporan tersebut, petugas keamanan penerbangan segera mengaktifkan protokol darurat, mengisolasi area yang terdampak, dan berkoordinasi dengan Polisi Diraja Malaysia (PDRM) serta unit penjinak bom. Malaysia Airports Holdings Berhad (MAHB) dalam pernyataannya mengonfirmasi bahwa semua penumpang tetap aman selama operasi berlangsung.

Setelah pemeriksaan keamanan menyeluruh dilakukan oleh tim gabungan, ancaman tersebut dinyatakan palsu dan situasi dinyatakan aman pada pukul 20.58 malam. Penerbangan yang tertunda kemudian diizinkan untuk melanjutkan perjalanan pada pukul 19.19 dengan sisa penumpang.

Pihak berwenang menahan penumpang tersebut dan menyerahkannya kepada PDRM untuk tindakan lebih lanjut. Operasional di KLIA kembali normal tanpa gangguan setelah insiden tersebut. MAHB dan pihak berwenang mengingatkan semua pelancong bahwa membuat ancaman palsu, termasuk yang berkaitan dengan bom, adalah pelanggaran serius di bawah hukum Malaysia dan akan dikenakan tindakan tegas. Kertas siasatan berhubung kejadian tersebut telah dirujuk kepada Jabatan Peguam Negara untuk arahan lanjut.