Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

KLH Pelopori Arboretum Puncak Bogor: Langkah Vital Pulihkan Hulu Ciliwung dengan 350 Bibit Endemik

2025-12-08 | 19:11 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-08T12:11:44Z
Ruang Iklan

KLH Pelopori Arboretum Puncak Bogor: Langkah Vital Pulihkan Hulu Ciliwung dengan 350 Bibit Endemik

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) telah merintis pembangunan arboretum di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, sebagai bagian integral dari upaya komprehensif memulihkan ekosistem hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung. Inisiatif strategis ini dimulai dengan penanaman 350 bibit pohon endemik yang bertujuan untuk memperkuat fungsi konservasi, penelitian, pendidikan, dan rekreasi lingkungan di wilayah tersebut. Arboretum ini diharapkan akan menjadi "galeri hidup" bagi berbagai jenis pohon dan tanaman berkayu, berfungsi sebagai laboratorium alam serta paru-paru kota.

Upaya pemulihan DAS Ciliwung di Puncak Bogor merupakan respons terhadap degradasi lingkungan yang signifikan, di mana 72% wilayah DAS Ciliwung telah beralih fungsi menjadi lahan terbangun, mengakibatkan penurunan daya serap air dan peningkatan risiko banjir di wilayah hilir seperti Jakarta. Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, secara konsisten menekankan pentingnya restorasi kawasan Puncak sebagai hulu DAS Ciliwung yang vital untuk menopang kehidupan di wilayah hilir.

Dalam kerangka program rehabilitasi lingkungan yang lebih luas, KLH telah menggalang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk PTPN, pelaku usaha, masyarakat, dan entitas swasta seperti PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero). Aksi penanaman pohon berskala besar telah dilakukan secara berkala. Pada beberapa kesempatan, KLH bersama PTPN dan pelaku usaha menanam hingga 15.000 pohon di kawasan Puncak. Selain itu, sebanyak 2.450 bibit pohon, termasuk jenis Mahoni dan Alpukat, telah ditanam di kawasan Gunung Mas dan Telaga Saat. Pada Oktober 2025, KLH juga berkolaborasi dengan PT PLN (Persero) menanam 2.500 pohon produktif dan tanaman kayu seperti nangka, rambutan, jamblang, trembesi, mahoni, dan damar laut, serta melepas 400 benih ikan tawes di kawasan Sungai Pasar, Cisarua, Bogor. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, juga memimpin penanaman 50.000 bibit pohon untuk menghijaukan sekitar 200-300 hektare kawasan Puncak.

Teranyar, pada 7 Desember 2025, Kementerian Lingkungan Hidup menggandeng EIGER Adventure Land (EAL) dalam penanaman ratusan pohon endemik di area EAL, Megamendung, Kabupaten Bogor. Chairman PT Eigerindo Multi Produk Industri, Ronny Lukito, menyatakan bahwa hingga saat ini EIGER telah menanam 118.000 pohon dan sekitar 8 juta tanaman lokal secara keseluruhan sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem hulu DAS di kawasan Puncak. Kerja sama ini diharapkan mampu mengelola laju aliran air permukaan melalui penanaman yang tepat dan masif.

Pakar Botani dan Ekologi Hutan Tropis LIPI, Prof. Dr. Tukirin Partomihardjo, menjelaskan bahwa pengembangan arboretum tidak hanya berfokus pada wisata, tetapi juga peduli pada lingkungan dan pelestarian keanekaragaman hayati, khususnya pepohonan langka. Menteri Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa pemulihan hulu DAS adalah prioritas utama dalam restorasi lingkungan, dan penanaman pohon endemik yang mampu menyimpan air merupakan langkah penting untuk memastikan keberlanjutan kehidupan masyarakat di hilir. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari upaya menghadapi tiga krisis planet yang saat ini dihadapi dunia, yaitu perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan.