
Semarang, sebuah kota yang kaya akan sejarah dan budaya, menawarkan pengalaman unik bagi para pencinta kopi sekaligus penjelajah waktu. Di tengah hiruk pikuk kota, terdapat sebuah destinasi yang bukan sekadar kedai kopi biasa, melainkan sebuah gerbang menuju masa lalu industri kopi Nusantara. Inilah Dharma Boutique Roastery, yang sebelumnya dikenal sebagai Pabrik Kopi Margo Redjo, sebuah pabrik kopi tertua di Semarang yang masih berdiri kokoh dan mempertahankan pesonanya.
Berlokasi di Jalan Wotgandul Barat Nomor 14, Kranggan, kawasan Pecinan, Semarang, pabrik ini didirikan pada tahun 1915 oleh Tan Tiong Ie. Saat ini, usaha tersebut telah dikelola oleh generasi ketiga keluarga pendirinya, yaitu Widayat Basuki Dharmowiyono, atau yang akrab disapa Basuki. Memasuki area Dharma Boutique Roastery, pengunjung seolah diajak menjelajah waktu. Bangunan tua dengan arsitektur Eropa peninggalan kolonial Belanda ini masih menyimpan banyak alat pemanggang kopi dan mesin penggiling kopi jadul dari sekitar tahun 1915. Museum kopi Margo Redjo, yang merupakan bagian dari lokasi ini, menampilkan berbagai jenis mesin giling kopi bersejarah, dari ukuran kecil hingga besar yang mampu menggiling 120 kg kopi.
Keunikan tempat ini terletak pada kemampuannya untuk menawarkan wisata pabrik kopi jadul yang otentik. Para pengunjung dapat melihat langsung proses produksi kopi yang masih menggunakan cara manual tempo dulu, termasuk mesin sangrai yang dihidupkan dengan kayu dan minyak tanah, bukan gas batubara, sebagaimana yang diceritakan oleh Basuki. Mesin-mesin penggiling yang digunakan, berjumlah tiga unit, bahkan masih memakai beton, air soda, dan api. Aroma khas kopi yang sedang digiling memenuhi udara, menambah pengalaman wisata sejarah yang begitu autentik.
Selain menawarkan wawasan mendalam tentang sejarah pengolahan kopi, Dharma Boutique Roastery juga menyediakan kedai kopi modern tempat pengunjung dapat bersantai dan menikmati beragam jenis kopi kekinian. Berbagai biji kopi pilihan dari seluruh penghasil kopi di Indonesia, seperti Temanggung, Aceh, dan Flores, diolah di pabrik ini, menghasilkan cita rasa kopi yang pekat dan istimewa. Bangunan pabrik ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya sejak tahun 2018, menjadikannya destinasi yang wajib dikunjungi bagi para pencinta kopi dan penggemar sejarah. Pengalaman vintage yang tak lekang oleh waktu, ditambah dengan nuansa historis yang kental, menjadikan Dharma Boutique Roastery bukan sekadar kedai kopi, melainkan sebuah perjalanan budaya dan kuliner yang tak terlupakan.