Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Jepang Lokomotif Pemulihan Pariwisata Asia-Pasifik, Kunjungan Wisman Meroket 131,6%

2025-12-02 | 13:56 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-02T06:56:53Z
Ruang Iklan

Jepang Lokomotif Pemulihan Pariwisata Asia-Pasifik, Kunjungan Wisman Meroket 131,6%

Jepang telah memimpin pemulihan industri pariwisata di kawasan Asia-Pasifik, menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa dalam jumlah kunjungan wisatawan mancanegara. Berdasarkan laporan Annual Tourism Monitor 2025 dari Asosiasi Perjalanan Asia Pasifik (PATA), kunjungan wisatawan asing ke Jepang melonjak hingga 131,6 persen. Dalam enam bulan pertama tahun ini saja, Jepang berhasil menyambut 14,4 juta wisatawan mancanegara.

Tingkat kedatangan turis asing ke Jepang terus memecahkan rekor. Pada tahun 2024, Jepang mencatat lebih dari 36,8 juta wisatawan, melampaui rekor sebelumnya pada tahun 2019 sebanyak 31,88 juta pengunjung. Tren positif ini berlanjut hingga tahun 2025, dengan total kunjungan wisman dari Januari hingga September mencapai sekitar 31,65 juta orang. Ini merupakan kali pertama dalam sejarah pencatatan bahwa jumlahnya melampaui 30 juta dalam sembilan bulan pertama tahun ini. Pada bulan Agustus 2025, kunjungan turis asing mencapai rekor 3,4 juta orang, naik 16,9 persen dari tahun sebelumnya. Sementara itu, pada September 2025, Jepang menerima lebih dari 3,26 juta wisatawan asing, menandai pertama kalinya angka kunjungan bulanan menembus 3 juta untuk bulan tersebut, meningkat 13,7 persen dibandingkan tahun lalu.

Beberapa faktor kunci berkontribusi pada lonjakan signifikan ini. Pelemahan nilai tukar yen terhadap mata uang asing telah menjadikan Jepang sebagai destinasi yang lebih terjangkau dan menarik bagi wisatawan internasional. Selain itu, pemulihan penerbangan dan meningkatnya minat wisata dari negara-negara Asia juga berperan penting. Pemerintah Jepang juga aktif mengoptimalkan kebijakan belanja bebas pajak, memperluas cakupan produk, serta gencar mempromosikan kegiatan wisata budaya dan kuliner, seperti pengalaman mengenakan kimono tradisional di Kyoto dan wisata kuliner Michelin di Tokyo.

Dampak ekonomi dari pemulihan pariwisata ini sangat signifikan. Total pengeluaran wisatawan untuk akomodasi, belanja, kuliner, dan aktivitas wisata selama sembilan bulan pertama tahun 2025 mencapai 6,9 triliun yen, atau sekitar 45,5 miliar dolar AS, yang merupakan angka tertinggi yang pernah tercatat untuk periode yang sama. Konsumsi wisatawan ini menjadi pendorong utama pemulihan ekonomi Jepang pascapandemi, khususnya di sektor retail, perhotelan, dan transportasi.

Namun, di balik kesuksesan ini, muncul kekhawatiran mengenai kepadatan wisatawan yang berlebihan (overtourism) di destinasi populer seperti Tokyo, Kyoto, dan Gunung Fuji. Untuk mengatasi tantangan ini, beberapa langkah mitigasi telah diambil, seperti kenaikan pajak akomodasi di Kyoto dan pembatasan jumlah pendaki di Gunung Fuji.

Melihat tren yang terus meningkat, Jepang memiliki target ambisius untuk sektor pariwisatanya. Pemerintah Jepang melalui Japan Tourism Agency menargetkan kedatangan 60 juta wisatawan asing dan pengeluaran wisatawan hingga 15 triliun yen pada tahun 2030. Upaya terus dilakukan untuk memperkuat sektor sumber daya manusia di bidang pariwisata guna mencapai target tersebut.