
Indonesia telah mencatat kedatangan 12,76 juta wisatawan mancanegara (wisman) sepanjang periode Januari hingga Oktober 2025. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 10,32 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari total kunjungan tersebut, Malaysia secara konsisten menjadi negara penyumbang turis asing terbanyak ke Indonesia.
Dominasi wisatawan asal Malaysia terlihat jelas dalam data bulanan maupun kumulatif. Pada Agustus 2024, misalnya, Malaysia menyumbang 188.752 kunjungan wisman ke Indonesia, diikuti oleh Australia dengan 153.722 orang dan Tiongkok 126.084 orang. Tren serupa berlanjut pada Oktober 2024, di mana Malaysia kembali menjadi penyumbang tertinggi dengan 194.099 kunjungan, diikuti Australia (150.512 kunjungan) dan Singapura (106.307 kunjungan). Kebangsaan dari negara-negara di Asia Tenggara secara keseluruhan juga mendominasi kunjungan ke Indonesia.
Capaian 12,76 juta wisman hingga Oktober 2025 ini menunjukkan momentum pemulihan sektor pariwisata Indonesia, meskipun masih belum sepenuhnya menyamai capaian sebelum pandemi COVID-19 yang mencapai 13,44 juta kunjungan pada Januari-Oktober 2019. Namun, dibandingkan tahun sebelumnya, performa pariwisata Indonesia terus menunjukkan tren positif. Sepanjang Januari-November 2024, jumlah kunjungan wisman mencapai 12,66 juta, naik 20,17 persen dibandingkan periode yang sama 2023. Bahkan, total kunjungan wisman sepanjang tahun 2024 mencapai 13,9 juta kunjungan, menjadi capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir sejak 2020.
Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus berupaya mencapai target kunjungan wisman yang ambisius. Untuk tahun 2025, target yang ditetapkan berada dalam kisaran 14,5 juta hingga 16 juta kunjungan. Untuk mendukung pencapaian target ini, Kemenparekraf telah menyiapkan berbagai strategi, termasuk 65 paket wisata untuk menyambut libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, yang mencakup 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan destinasi unggulan lainnya. Selain itu, pemerintah juga menyelenggarakan rangkaian acara dan memberikan stimulus transportasi untuk meningkatkan mobilitas wisatawan.
Meskipun Malaysia dan beberapa negara lain seperti Australia, Singapura, dan Tiongkok tetap menjadi pasar utama, Indonesia juga tengah memfokuskan pengembangan pariwisata berkelanjutan yang berbasis ekosistem dan komunitas. Hal ini selaras dengan strategi nasional dan rencana pembangunan jangka panjang yang menempatkan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan sebagai prioritas. Pendekatan ini diharapkan dapat memastikan pertumbuhan sektor pariwisata yang memberikan dampak luas bagi masyarakat lokal dan menjaga kelestarian lingkungan.