Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Gereja Pati Ciptakan Pohon Natal 8 Meter dari Botol Bekas, Wujud Inovasi Eco-Friendly

2025-12-18 | 17:54 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-18T10:54:02Z
Ruang Iklan

Gereja Pati Ciptakan Pohon Natal 8 Meter dari Botol Bekas, Wujud Inovasi Eco-Friendly

Jemaat Gereja Injili di Tanah Jawa (GITJ) Juwana di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, merayakan Natal tahun ini dengan cara yang unik dan inspiratif. Mereka telah menciptakan sebuah pohon Natal setinggi delapan meter yang terbuat dari 1.755 botol air mineral bekas. Pohon Natal ramah lingkungan ini kini berdiri megah di halaman gereja, menarik perhatian warga dan menjadi ajang berswafoto.

Proyek kreatif ini merupakan hasil kerja keras dan kekompakan para jemaat, khususnya kaum muda gereja, yang diprakarsai oleh Dominikus Kusmanto. Pendeta GITJ Juwana, Ponco Hadi Prasetyo, menjelaskan bahwa botol-botol bekas tersebut dikumpulkan langsung dari rumah-rumah jemaat melalui peran aktif anak-anak muda gereja. Proses perangkian dan pembangunan pohon Natal ini memakan waktu sekitar dua minggu, dan sekitar 11 orang jemaat dibutuhkan untuk mendirikan struktur setinggi delapan meter tersebut. Pohon tersebut memiliki diameter sekitar 1,8 meter.

Lebih dari sekadar hiasan perayaan, pohon Natal dari botol plastik bekas ini membawa pesan mendalam. Pendeta Ponco Hadi Prasetyo menuturkan, inisiatif ini merupakan bentuk partisipasi gereja dalam membantu pemerintah menangani persoalan limbah plastik dan menjaga lingkungan. "Kenapa botol plastik, sebagai bentuk kami gereja membantu pemerintah menangani ekologis limbah," ujarnya.

Secara filosofis, susunan ribuan botol plastik yang melingkar dan memanjang ke atas melambangkan persatuan jemaat yang saling bergandengan tangan untuk satu tujuan. Bintang di puncak pohon menjadi simbol terang yang diharapkan dapat membawa dampak positif dan menyinari lingkungan sekitar. Pohon ini juga dihiasi dengan lampu warna-warni, menciptakan suasana yang indah dan hangat terutama di malam hari.

Ini bukan kali pertama GITJ Juwana berkreasi dengan limbah untuk ornamen Natal. Sebelumnya, mereka juga pernah membuat pohon Natal dari bambu dan benang, menunjukkan komitmen gereja terhadap keberlanjutan dan kreativitas dalam merayakan momen penting. Kristian Mujiyono, salah seorang jemaat, mengungkapkan rasa bangganya terhadap kreativitas ini, yang tidak hanya mempercantik gereja tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang kepedulian lingkungan. Pohon Natal unik ini menjadi pengingat bahwa sukacita Natal dapat diwujudkan melalui kesederhanaan, cinta kasih, dan kepedulian terhadap bumi.