Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Fenomena Ribuan 'Lele-Wings Air' di Bandara Husein Gegerkan Warga Singapura

2025-12-31 | 15:23 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-31T08:23:59Z
Ruang Iklan

Fenomena Ribuan 'Lele-Wings Air' di Bandara Husein Gegerkan Warga Singapura

Ribuan warga Bandung menyambut kembalinya penerbangan komersial Wings Air ke Bandara Husein Sastranegara pada 21 Desember 2025, menandai langkah signifikan dalam upaya revitalisasi konektivitas udara kota setelah periode penurunan aktivitas yang substansial. Resumen penerbangan ini, yang mencakup rute domestik dari Semarang dan Solo, menjadi sorotan bagi sektor pariwisata dan ekonomi lokal yang mendambakan pemulihan aksesibilitas setelah penutupan penerbangan jet komersial di bandara tersebut. Kontras dengan kejadian ini, kehebohan di kalangan warga Singapura yang menyaksikan ribuan ikan lele berenang di kanal perumahan Canberra pada bulan yang sama merupakan peristiwa terpisah yang terjadi di Singapura, tidak terkait dengan operasional penerbangan di Bandung.

Bandara Husein Sastranegara, yang berlokasi strategis di dalam kota Bandung, secara historis merupakan gerbang utama bagi wisatawan mancanegara, termasuk dari Singapura dan Malaysia. Sebelum pengalihan sebagian besar penerbangan jet komersial ke Bandara Internasional Kertajati (KJT) pada tahun 2018-2019, Bandara Husein melayani rata-rata 3,8 juta penumpang per tahun, dengan sekitar 1 juta di antaranya berasal dari Malaysia dan Singapura. Penutupan sebagian Bandara Husein untuk penerbangan komersial pada tahun 2023 secara drastis mengurangi jumlah pengunjung, menyebabkan Kota Bandung kehilangan sekitar 800.000 wisatawan mancanegara setiap tahun, seperti diungkapkan oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Farhan menyoroti bahwa aksesibilitas adalah kunci utama daya tarik pariwisata Bandung, di mana kedekatan Bandara Husein dengan pusat kota sangat diapresiasi wisatawan dibandingkan perjalanan darat yang memakan waktu 3-5 jam dari Kertajati.

Kembalinya Wings Air dengan pesawat ATR 72-600 untuk rute domestik, termasuk Semarang-Bandung dan Solo-Bandung, disambut sebagai momentum penting untuk pemulihan ekonomi daerah dan penguatan posisi Bandung sebagai tujuan strategis. Penerbangan ini membuka akses lanjutan ke berbagai kota melalui bandara penghubung di Semarang, Solo, dan Surabaya, memperluas pilihan mobilitas masyarakat dan potensi pertumbuhan pariwisata. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan harapannya bahwa beroperasinya kembali Bandara Husein akan membawa dampak positif yang signifikan bagi ekonomi dan pariwisata Kota Bandung.

Pemerintah Kota Bandung terus berupaya memperjuangkan agar Bandara Husein Sastranegara dapat kembali melayani penerbangan internasional, terutama rute ke Malaysia dan Singapura, yang dianggap paling realistis dan merupakan sumber wisatawan internasional terbesar sebelumnya. Upaya ini sejalan dengan visi untuk mengaktifkan kembali ekosistem penerbangan di Bandung dan menarik kembali wisatawan yang mencari kemudahan akses langsung ke kota kembang. Revitalisasi penuh Bandara Husein diharapkan tidak hanya mengembalikan kejayaan pariwisata Bandung, tetapi juga menstimulasi sektor riil secara langsung dan menciptakan lapangan kerja.