
Menteri Kebudayaan Fadli Zon dituding melecehkan adat Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat oleh kubu Paku Buwono (PB) XIV Purbaya. Insiden ini terjadi saat peresmian revitalisasi Panggung Sanggabuwana dan Museum Keraton Solo pada Selasa, 16 Desember 2025. Fadli Zon, bersama PB XIV Mangkubumi dan Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) G.R.Ay Koes Murtiyah Wandansari, memasuki Panggung Sanggabuwana yang dianggap sakral, memicu kontroversi di tengah upaya pelestarian budaya.
GKR Panembahan Timoer Rumbay Kusuma Dewayani, dari kubu PB XIV Purbaya, mengecam keras tindakan tersebut, menyatakan bahwa Panggung Sanggabuwana adalah area suci yang secara turun-temurun hanya boleh dimasuki oleh raja yang bertahta dan orang-orang tertentu yang telah disumpah oleh raja untuk upacara adat. Menurutnya, masuknya Fadli Zon dan rombongan tanpa izin dari PB XIV Purbaya merupakan bentuk pelecehan adat. Pihak Purbaya juga menyoroti ketiadaan koordinasi terkait agenda menaiki menara tersebut, meskipun pembahasan sebelumnya di Balaikota Solo hanya sebatas peninjauan area Museum Keraton.
Menanggapi tudingan ini, PB XIV Mangkubumi tampil membela Fadli Zon, dengan tegas menyatakan tidak ada aktivitas yang menyalahi atau melecehkan adat. Ia menjelaskan bahwa serangkaian upacara adat, termasuk ritual meminta izin masuk ke Sanggabuwana, telah dilaksanakan sebelum pelaksanaan perbaikan bangunan. PB XIV Mangkubumi juga menambahkan bahwa dirinya telah disumpah sejak masih bergelar pangeran, sehingga memiliki hak untuk memasuki area tersebut. Kunjungan setelah peresmian, menurutnya, adalah bagian dari finalisasi untuk meninjau kondisi bagian dalam bangunan yang telah direvitalisasi dan diganti seluruhnya. Ia justru merasa heran dengan tudingan tersebut, mengingat peran pemerintah dalam membantu revitalisasi bangunan keraton yang rusak.
Insiden ini terjadi di tengah upaya Kementerian Kebudayaan yang difasilitasi oleh Fadli Zon untuk mempercepat revitalisasi Keraton Solo dan meredakan konflik internal serta dualisme kepemimpinan yang telah lama melanda keraton. Revitalisasi Panggung Sanggabuwana dan Museum Keraton Solo merupakan langkah penting untuk melestarikan warisan budaya, yang diharapkan dapat mendukung pariwisata budaya di Solo. Namun, polemik adat ini berpotensi mempengaruhi citra Keraton Solo sebagai destinasi wisata budaya yang menjunjung tinggi tradisi. Fadli Zon sebelumnya telah mengadakan pertemuan dengan keluarga Keraton Solo untuk membahas masa depan revitalisasi dan keberlanjutan tradisi, menekankan pentingnya persatuan dan musyawarah demi menjaga marwah keraton.