:strip_icc()/kly-media-production/medias/5454218/original/001024400_1766553474-emirates1.jpeg)
Emirates telah meluncurkan kampanye meriah untuk Natal 2025, menampilkan pesawat ikonik Airbus A380-nya yang bertransformasi menjadi "Sleigh380" lengkap dengan hidung merah menyala layaknya rusa Rudolph dan tanduk besar. Video yang dibagikan oleh maskapai ini di platform media sosial, menunjukkan pesawat superjumbo tersebut seolah-olah ditarik oleh rusa kutub dari Bandara Internasional Dubai, telah memicu perbincangan luas dan menjadi viral. Maskapai ini secara eksplisit mengklarifikasi bahwa visual tersebut merupakan karya seni CGI (Computer Generated Imagery) yang dibuat secara manual dengan kolaborator lama @100.pixels, bukan hasil kecerdasan buatan, menyoroti kecermatan artistik di balik kampanye tersebut.
Langkah pemasaran yang menarik ini hadir di tengah periode perjalanan liburan terpadat dalam sejarah, dengan lebih dari 300 juta pelancong global diperkirakan akan terbang antara pertengahan Desember dan awal Januari, menandai peningkatan 4% dibandingkan tahun sebelumnya. Di Amerika Serikat saja, sekitar 8,03 juta pelancong diproyeksikan menggunakan penerbangan domestik untuk liburan akhir tahun ini, angka tertinggi yang pernah tercatat. Lonjakan permintaan ini menempatkan tekanan signifikan pada infrastruktur bandara dan kesiapan operasional maskapai.
Emirates memiliki rekam jejak panjang dalam memanfaatkan pemasaran musiman dan livery khusus untuk memperkuat identitas mereknya dan menciptakan hubungan emosional dengan penumpang. Pada tahun-tahun sebelumnya, maskapai ini juga merilis video Natal CGI viral, seperti "Captain Claus" pada tahun 2024 yang menampilkan A380 mengenakan topi Santa dan ditarik oleh rusa kutub, serta "Hangar Elves" pada tahun 2023. Livery khusus bukan hal baru dalam industri penerbangan; maskapai lain seperti Swiss International Air Lines pernah memberi dua pesawat Airbus mereka kerucut hidung merah terinspirasi Rudolph pada tahun 2019, sementara Qantas pada tahun 2023 meluncurkan livery bertema Natal pada pesawat Dash 8 Q400 bernama "Dasher-8" dan Boeing 737-800 bernama "Roo-dolph."
Kampanye "Sleigh380" ini secara strategis memanfaatkan nostalgia liburan dan daya tarik budaya penerbangan. Dengan menampilkan A380, pesawat andalan Emirates, dalam skenario fantasi ini, maskapai ini memperkuat citra mewahnya dan posisinya sebagai maskapai penerbangan jarak jauh terbesar di dunia. Ini sejalan dengan strategi pemasaran Emirates yang lebih luas, yang berfokus pada diferensiasi melalui pengalaman terbang premium, kemitraan strategis, dan inovasi tanpa henti untuk mendorong nilai merek. Nilai merek Emirates sendiri telah melonjak menjadi $8,4 miliar pada tahun 2024.
Implikasi jangka panjang dari kampanye digital yang canggih ini menunjukkan pergeseran dalam pemasaran maskapai, di mana interaksi viral dan penceritaan merek yang kreatif dapat menghasilkan dampak sebesar, atau bahkan lebih besar, daripada modifikasi fisik pesawat. Di tengah peningkatan permintaan perjalanan yang menyebabkan maskapai beroperasi pada kapasitas penuh, kampanye seperti "Sleigh380" memungkinkan Emirates untuk tetap relevan dan memupuk citra merek yang menyenangkan dan inovatif, sekaligus menegaskan kembali pentingnya konektivitas global yang mereka tawarkan, terutama selama musim liburan. Fokus pada kerajinan tangan dalam video CGI juga menjadi pernyataan halus di era yang semakin didominasi oleh filter generatif AI. Analisis pemasaran musiman menunjukkan bahwa periode liburan memberikan platform bagi bisnis untuk meningkatkan lalu lintas dan posisi merek mereka secara signifikan, dengan banyak pelanggan menemukan merek melalui iklan online musiman dan kembali setelah musim perayaan. Maskapai yang dapat secara efektif menyeimbangkan tuntutan operasional dengan inisiatif pemasaran yang kreatif akan memiliki keunggulan kompetitif dalam lanskap perjalanan global yang semakin ramai ini.