Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Eksplorasi Seru Banten: Petualangan Tak Terlupakan

2025-12-23 | 16:34 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-23T09:34:38Z
Ruang Iklan

Eksplorasi Seru Banten: Petualangan Tak Terlupakan

Provinsi Banten mencatatkan lonjakan kunjungan wisatawan secara signifikan pada tahun 2024, dengan total mencapai 22.465.192 orang, merefleksikan keberhasilan upaya pemulihan sektor pariwisata pascapandemi COVID-19. Dominasi wisatawan domestik mencapai 22.097.351 orang, sementara wisatawan mancanegara meningkat menjadi 367.841 orang dibandingkan 314.755 pada tahun 2023. Peningkatan ini mendorong optimisme terhadap dampak ekonomi lokal yang substansial, dengan perputaran ekonomi di kawasan wisata pantai saja mencapai Rp445 miliar selama libur Lebaran 2025.

Posisi geografis Banten yang strategis, berdekatan dengan Jakarta, serta kekayaan alam dan warisan budaya yang beragam telah lama menjadikannya destinasi pilihan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, fokus telah bergeser dari sekadar tujuan pantai populer seperti Anyer dan Carita menuju eksplorasi mendalam atas potensi yang lebih luas. Berbagai destinasi, mulai dari situs sejarah hingga keajaiban alam tersembunyi, kini semakin gencar dipromosikan sebagai pengalaman berpetualang yang autentik.

Banten menawarkan spektrum destinasi yang kaya. Di bidang alam, Taman Nasional Ujung Kulon di Kabupaten Pandeglang, Situs Warisan Dunia UNESCO, menjadi rumah bagi badak Jawa yang terancam punah serta menawarkan keindahan Pulau Peucang, dengan pemandangan laut biru jernih dan aktivitas snorkeling dan trekking. Pantai Tanjung Lesung, yang dikembangkan sebagai destinasi wisata eksklusif berkelas internasional, menawarkan fasilitas resor dan aktivitas air seperti snorkeling. Selain itu, terdapat "permata tersembunyi" seperti Pantai Sawarna yang cocok untuk berselancar, Curug Putri Tahura di Pandeglang yang menawarkan ketenangan, Gunung Pinang di Serang dengan jalur trekking dan pemandangan kota, serta Telaga Biru Cigaru yang unik dengan warna air bervariasi. Pulau Sangiang di Selat Sunda juga menjadi daya tarik dengan wisata bahari, budaya, ilmiah, dan alamnya.

Dari sisi budaya dan sejarah, Banten memiliki warisan Kesultanan Banten yang kuat. Kawasan Banten Lama, dekat Kota Serang, adalah kompleks situs sejarah peninggalan masa kejayaan Kerajaan Banten, mencakup Masjid Agung Banten, Benteng Speelwijk yang dibangun VOC pada abad ke-17, Vihara Avalokitesvara, dan Istana Kaibon. Masjid Agung Banten, berdiri sejak abad ke-16, memadukan arsitektur lokal dengan sentuhan Eropa dan Tiongkok. Lebih jauh ke pedalaman, Desa Adat Baduy di Kabupaten Lebak menawarkan pengalaman menyatu dengan masyarakat yang menjaga adat istiadat dan menolak modernisasi, dengan aturan ketat bagi pengunjung yang ingin berinteraksi langsung.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten, Ameriza M. Moesa, pada November 2025, menegaskan bahwa sektor pariwisata memiliki potensi besar sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi inklusif di Banten. "Pariwisata dapat menjadi solusi untuk berbagai persoalan ekonomi di Banten. Dampaknya bersifat inklusif dan menggerakkan sektor-sektor lain," ujarnya, menyoroti efek berantai terhadap perdagangan, perhotelan, restoran, transportasi, UMKM, hingga ekonomi lokal. Senada, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Eli Susiyanti, menambahkan bahwa peningkatan sektor pariwisata akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekitar destinasi wisata dan mendorong kemajuan UMKM serta ekonomi kreatif.

Namun, pengembangan pariwisata Banten tidak terlepas dari tantangan. Wakil Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Banten, Robby Naro Sanusi, pada Mei 2025, menyoroti kurangnya promosi yang optimal dan infrastruktur yang belum memadai sebagai kendala utama. Masalah aksesibilitas, fasilitas pendukung, konektivitas, pengelolaan sampah, perawatan fasilitas publik, dan pengaturan parkir masih memerlukan perhatian serius. Selain itu, kurangnya sumber daya manusia terlatih dan partisipasi masyarakat lokal yang belum maksimal juga menjadi faktor penghambat.

Menanggapi tantangan ini, Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pariwisata terus mendorong pengelolaan destinasi pariwisata berkelanjutan. Berbagai upaya dilakukan untuk mengidentifikasi akar permasalahan dan merumuskan langkah solutif, termasuk penguatan koordinasi antar pemangku kepentingan dan peningkatan kapasitas SDM pariwisata. Pengembangan desa wisata, seperti Sawarna Srikandi dan Kacida Cibuntu, menjadi strategi penting untuk mengangkat potensi budaya lokal, alam, dan kehidupan masyarakat, sekaligus mendukung ekonomi daerah secara berkelanjutan. Investasi infrastruktur, termasuk Tol Serang–Panimbang, terus digencarkan untuk meningkatkan aksesibilitas. BI Provinsi Banten bahkan menyoroti Banten Selatan sebagai potensi besar sumber pertumbuhan ekonomi baru yang perlu didukung percepatan pembangunan infrastruktur dan penguatan tata kelola. Dengan target kunjungan 22 juta wisatawan yang ditetapkan Dinas Pariwisata Banten, kolaborasi multipihak dan penerapan prinsip pariwisata berkelanjutan akan menjadi kunci untuk mewujudkan Banten sebagai destinasi wisata unggulan nasional dan internasional.