Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Dispar Jateng Genjot Pembukaan Sebagian Wisata Guci Pasca-Banjir Bandang

2025-12-21 | 22:24 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-21T15:24:36Z
Ruang Iklan

Dispar Jateng Genjot Pembukaan Sebagian Wisata Guci Pasca-Banjir Bandang

Banjir bandang menerjang objek wisata pemandian air panas Guci di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, pada Sabtu, 20 Desember 2025, sekitar pukul 15.00 hingga 16.30 WIB, merusak sejumlah fasilitas vital dan memicu penutupan sementara area terdampak. Peristiwa ini dipicu oleh hujan intensitas tinggi yang mengguyur lereng Gunung Slamet sejak siang hari, menyebabkan luapan Sungai Gung yang membawa material lumpur, pasir, dan batu ke kawasan wisata. Meskipun tidak ada laporan korban jiwa, Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah tengah mengkaji kemungkinan pembukaan sebagian Guci untuk meminimalkan dampak ekonomi.

Kolam air panas Pancuran 13, ikon utama Guci, dilaporkan tergerus dan tertimbun material banjir, sementara sebuah jembatan kecil di area tersebut juga hanyut terbawa arus. Pancuran 5 mengalami kerusakan akibat cabang pohon besar yang tumbang dan tertutup air keruh, dan beberapa pipa aliran air panas juga terseret derasnya arus sungai. Kerusakan serupa juga melanda objek wisata Curug Serwiti yang kini ditutup total.

Pasca bencana, Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) menyatakan kawasan wisata Guci ditutup sementara untuk umum demi keamanan pengunjung. Tim gabungan dari BPBD, PMI, TNI, Polri, dan masyarakat segera bergerak melakukan pembersihan material banjir dan perbaikan fasilitas yang rusak. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menghimbau masyarakat di sepanjang aliran Sungai Gung untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

Kepala Disporapar Jawa Tengah, Masrofi, menegaskan pihaknya sedang mengkaji opsi pembukaan sebagian area Guci yang tidak terdampak banjir, dengan prioritas utama pada keselamatan pengunjung. Masrofi menyatakan, "Kita masih dalami. Kalau ditutup total mungkin enggak, mungkin yang tempat air panas dan mungkin lebih jauh dari lokasi bencana mungkin bisa tetap dibuka". Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Tegal, M. Afifudin, optimistis bencana ini tidak akan terlalu memengaruhi kunjungan wisatawan, mengingat perbaikan cepat dan kondisi cuaca yang membaik setelah bibit siklon 93S menjauh.

Insiden ini menggarisbawahi kerentanan destinasi wisata berbasis alam terhadap bencana hidrometeorologi, sebuah isu krusial bagi sektor pariwisata Indonesia. Guci, sebagai salah satu destinasi favorit di Jawa Tengah selain Borobudur dan Kota Lama Semarang, memiliki peran penting dalam perekonomian lokal. Proses pemulihan yang cepat menjadi esensial untuk menjaga kepercayaan wisatawan dan mata pencarian masyarakat setempat. Analisis mitigasi bencana yang komprehensif diperlukan untuk jangka panjang, tidak hanya untuk perbaikan infrastruktur tetapi juga sistem peringatan dini dan edukasi publik mengenai kewaspadaan cuaca.