Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Detik-detik Kapal Wisata Karam Labuan Bajo, 4 Turis Spanyol Dicari

2025-12-28 | 04:20 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-27T21:20:14Z
Ruang Iklan

Detik-detik Kapal Wisata Karam Labuan Bajo, 4 Turis Spanyol Dicari

Empat wisatawan Spanyol, satu keluarga yang terdiri dari pasangan suami istri dan dua anak mereka, dilaporkan hilang setelah kapal wisata KM Putri Sakinah tenggelam di perairan Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat malam, 26 Desember 2025, sekitar pukul 20.30 WITA. Insiden tragis ini diduga dipicu oleh anomali gelombang tinggi yang tidak terprediksi, yang menghantam kapal setelah mengalami mati mesin, meskipun otoritas pelabuhan menyatakan kapal tersebut laik laut saat berangkat.

Kronologi kejadian bermula ketika KM Putri Sakinah, yang mengangkut total 11 orang—enam wisatawan Spanyol, empat kru kapal, dan satu pemandu wisata—berlayar dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar. Sekitar pukul 20.30 WITA, kapal dilaporkan mati mesin di tengah perairan Selat Pulau Padar. Tak lama kemudian, kapal dihantam gelombang tinggi tak terduga, yang menurut Kepala Kantor KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, mencapai lebih dari dua meter dalam periode singkat, menyebabkan kapal terbalik dan tenggelam.

Tujuh penumpang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat pada dini hari Sabtu, 27 Desember 2025. Mereka diselamatkan berkat bantuan kapal wisata lain yang melintas, Kapal Nepton, yang mengevakuasi tiga orang, serta tim SAR gabungan yang menyelamatkan empat lainnya. Dua dari tujuh korban selamat adalah wisatawan Spanyol, sementara sisanya adalah empat kru kapal termasuk kapten, dan seorang pemandu wisata.

Empat turis Spanyol yang masih dalam pencarian adalah satu keluarga, terdiri dari Martin Carreras Fernando, Martines Ortuno Maria Lia, serta dua anak mereka, Martin Garcia Mateo dan Martinez Ortuno Enriquejavier. Berdasarkan keterangan kru kapal yang selamat, keempat korban diduga berada di dalam kamar kabin saat insiden terjadi, sehingga tidak sempat menyelamatkan diri ketika air mulai masuk dengan cepat.

Tim SAR gabungan, yang dikoordinasikan oleh Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman, segera dikerahkan untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan (SAR). Pencarian melibatkan SAR Manggarai Barat, Sea Rider KSOP Labuan Bajo, Rigid Inflatable Boat (RIB) Lanal Labuan Bajo, RIB Ditpolair Polda NTT, serta Kapal KPC Ditpolair Polda NTT, dengan dukungan peralatan selam. Hingga Sabtu (27/12/2025) malam, pencarian masih terus dilakukan. Serpihan badan kapal, tabung gas, dan bodi kamar nakhoda telah ditemukan sejauh lima mil laut dari lokasi kejadian. Kendala pencarian meliputi gelombang tinggi, arus kuat di sekitar perairan Pulau Padar, serta hujan lebat yang mengurangi jarak pandang.

Meskipun Kepala Kantor KSOP Kelas III Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto menyatakan KM Putri Sakinah diberangkatkan dalam kondisi laik laut dengan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gelombang relatif aman di bawah 0,5 meter, BMKG sendiri telah mengeluarkan peringatan dini cuaca buruk untuk perairan Komodo dan Labuan Bajo sejak 22 hingga 28 Desember 2025. Secara spesifik, Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang bahkan telah mengingatkan potensi gelombang tinggi hingga 2,5 meter di Selat Sape, dekat perairan Komodo, dari 26 hingga 29 Desember, dengan kecepatan angin mencapai 25 knot. Perbedaan informasi ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai koordinasi dan interpretasi data cuaca yang beredar.

Insiden ini menambah panjang daftar kecelakaan kapal wisata di perairan Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo, yang mencapai setidaknya 15 kasus besar sepanjang 2024-2025 akibat faktor cuaca dan teknis. Data dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Labuan Bajo mencatat hingga Juli 2024, terdapat 407 angkutan wisata berbagai jenis yang beroperasi di wilayah tersebut, dengan rute umum dari Labuan Bajo ke Pulau Padar, Pantai Pink, dan Pulau Komodo.

Menanggapi insiden sebelumnya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melalui Menteri Sandiaga Salahuddin Uno telah menyatakan komitmen untuk menyusun prosedur standar dan menegakkan regulasi keselamatan kapal wisata di Labuan Bajo. Kerja sama dengan Kementerian Perhubungan dan otoritas maritim ditekankan untuk memastikan kepatuhan operator kapal. Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto juga mengumumkan penutupan sementara pelayaran ke Pulau Padar dan Pulau Komodo untuk memudahkan operasi SAR dan menjaga keselamatan kapal lain.

Tragedi ini berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap citra pariwisata Labuan Bajo sebagai destinasi super prioritas. Insiden berulang menyoroti tantangan dalam implementasi regulasi yang ketat di tengah dinamika cuaca ekstrem dan lonjakan aktivitas pariwisata bahari. Diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan, kapasitas kapal, pelatihan kru, serta respons darurat untuk mengembalikan kepercayaan wisatawan dan menjamin keselamatan di salah satu permata pariwisata Indonesia ini. Komitmen penegakan hukum terhadap setiap pelanggaran juga menjadi krusial untuk memberikan efek jera dan mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.