Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Destinasi Terbaru Lembang: Taman Burung Internasional yang Memukau

2025-12-27 | 21:58 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-27T14:58:05Z
Ruang Iklan

Destinasi Terbaru Lembang: Taman Burung Internasional yang Memukau

Bird Pavilion Lembang, bagian integral dari Pramestha Resort Town di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, telah memantapkan posisinya sebagai destinasi edukasi dan rekreasi terkemuka dengan menampilkan koleksi lebih dari 500 hingga 600 ekor burung eksotis dari berbagai belahan dunia, memperkaya lanskap pariwisata Jawa Barat dengan tawaran interaksi satwa yang imersif dan berorientasi edukasi. Wahana ini, yang secara konsisten diulas sebagai daya tarik "terbaru" atau "yang sedang hits" hingga tahun 2025, menawarkan pengalaman langsung dengan spesies seperti macaw, kakaktua, nuri, parkit, hingga burung hantu, di samping ragam burung lokal Indonesia.

Pembukaan dan pengembangan signifikan fasilitas seperti Bird Pavilion merefleksikan pergeseran tren dalam industri pariwisata, di mana wisatawan mencari pengalaman yang lebih dari sekadar pemandangan, namun juga nilai edukasi dan interaksi autentik dengan alam. Lembang, yang dikenal dengan udaranya yang sejuk dan deretan destinasi wisata alam serta tematik, terus berinovasi untuk mempertahankan daya saingnya di tengah persaingan regional. Bird Pavilion, yang dirancang dengan aviari besar memungkinkan burung-burung terbang bebas, menciptakan suasana menyerupai habitat asli yang nyaman bagi satwa dan pengunjung. Pengunjung dapat berinteraksi langsung, memberi makan, dan mengamati perilaku alami burung, menjadikannya sarana efektif untuk pendidikan keanekaragaman hayati, khususnya bagi anak-anak.

Aspek impor burung eksotis menyoroti kompleksitas dan regulasi ketat yang harus dipatuhi. Pemerintah Indonesia melalui Undang-Undang No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, serta Peraturan Menteri Pertanian RI No. 15 Tahun 2021, memberlakukan prosedur karantina yang ketat untuk setiap hewan hidup yang masuk, termasuk unggas dan satwa liar. Hal ini mencakup persyaratan sertifikat kesehatan dari negara asal, rekomendasi karantina, hingga izin CITES untuk satwa dilindungi. Proses ini memastikan kesehatan hewan dan pencegahan masuknya penyakit yang dapat membahayakan ekosistem lokal.

Dari sisi ekonomi, kehadiran Bird Pavilion menambah daftar panjang atraksi di Lembang yang secara kolektif mendorong pertumbuhan sektor pariwisata. Penelitian menunjukkan bahwa objek wisata di Lembang, seperti Floating Market, telah memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan. Sekitar 90% pekerja di beberapa objek wisata merupakan masyarakat sekitar Lembang, menunjukkan kontribusi langsung terhadap perekonomian setempat. Diversifikasi tawaran wisata dengan tema burung eksotis seperti di Bird Pavilion juga berpotensi menarik segmen pasar yang lebih luas, termasuk wisatawan domestik maupun mancanegara yang mencari pengalaman unik.

Namun, pengembangan atraksi satwa hidup juga membawa implikasi jangka panjang yang memerlukan perhatian serius terhadap keberlanjutan dan etika konservasi. Kesejahteraan hewan, pengelolaan limbah, dan dampak terhadap lingkungan sekitar harus menjadi prioritas utama bagi pengelola dan otoritas terkait. Edukasi kepada publik mengenai pentingnya pelestarian satwa dan habitatnya menjadi krusial agar Bird Pavilion tidak hanya menjadi tempat hiburan, tetapi juga pusat pembelajaran dan advokasi konservasi yang bertanggung jawab. Integrasi program penangkaran dan rehabilitasi, serta kerja sama dengan lembaga konservasi, akan memperkuat kredibilitas Bird Pavilion sebagai entitas yang berkontribusi positif terhadap pelestarian keanekaragaman hayati.