
Hujan deras yang mengguyur Denpasar, Bali, sejak Sabtu malam (13/12/2025) hingga Minggu pagi (14/12/2025) memicu banjir signifikan di sejumlah wilayah, memaksa puluhan wisatawan mancanegara dievakuasi menggunakan perahu karet. Kawasan Denpasar dan Badung menjadi beberapa daerah yang paling parah terdampak, dengan ketinggian air mencapai hingga satu meter di beberapa titik.
Evakuasi wisatawan asing secara khusus terjadi di sejumlah vila di Jalan Gunung Athena 2, Denpasar, yang berdekatan dengan Perumahan Widuri Permai. Hingga Minggu siang pukul 13.23 Wita, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Denpasar, Agung Surya, melaporkan bahwa setidaknya 20 warga negara asing (WNA) telah berhasil dievakuasi dari area tersebut. Wisatawan yang dievakuasi berasal dari berbagai negara, termasuk Australia, Singapura, Tiongkok, dan India.
Seorang turis Australia bernama Latai menceritakan bahwa area vilanya di Jalan Gunung Athena terendam banjir setinggi paha orang dewasa. Ia mengaku baru menginap semalam dan hujan deras mulai mengguyur sekitar pukul 22.00 Wita pada Sabtu (13/12/2025). Demi keselamatan, Latai memutuskan untuk mencari penginapan lain. Sementara itu, Amy, seorang turis asal Tiongkok, mengalami kerugian materiil lantaran peralatan elektroniknya rusak terendam air yang masuk ke dalam vilanya di Jalan Gunung Athena Nomor 3 blok C.
Tim gabungan dari BPBD Denpasar, Balawista, dan SAR diterjunkan untuk membantu proses evakuasi. Ketinggian air di beberapa pemukiman, seperti di Perumahan Widuri Permai Jalan Gunung Atena II, mencapai setinggi dada orang dewasa. Banjir ini tidak hanya melanda Denpasar, tetapi juga wilayah Kuta dan Legian di Badung, di mana beberapa ruas jalan dan kawasan wisata turut terendam, menyebabkan warga dan wisatawan terjebak.
Bencana banjir ini dipicu oleh intensitas hujan yang sangat tinggi serta meluapnya beberapa aliran sungai seperti Tukad Mati, diperparah dengan kapasitas saluran air yang tidak mampu menampung debit air. Selain evakuasi turis, banjir ini juga menimbulkan dampak serius lainnya, termasuk satu korban jiwa seorang WNA di Badung yang ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus banjir di Jalan Krisnantara, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara. Banyak ruas jalan utama di Denpasar dan Badung juga tidak dapat dilalui, menyebabkan kemacetan parah dan gangguan transportasi. Pihak berwenang mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tetap waspada mengingat potensi hujan sedang hingga lebat masih diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan.