Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Debut Etihad Rail 2026: Perjalanan Kilat Abu Dhabi-Dubai 57 Menit, Revolusi Transportasi UEA

2025-12-31 | 07:26 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-31T00:26:33Z
Ruang Iklan

Debut Etihad Rail 2026: Perjalanan Kilat Abu Dhabi-Dubai 57 Menit, Revolusi Transportasi UEA

Wacana transportasi di Uni Emirat Arab akan mengalami transformasi signifikan seiring dengan persiapan Etihad Rail untuk meluncurkan layanan penumpang pada tahun 2026. Jaringan kereta api nasional ini diharapkan akan memangkas waktu perjalanan antara Abu Dhabi dan Dubai menjadi hanya 57 menit, menawarkan alternatif efisien dan berkelanjutan terhadap ketergantungan pada transportasi darat.

Etihad Rail, yang didirikan pada tahun 2009, awalnya berfokus pada layanan kargo, dengan operasional penuh jaringan kargo nasional yang selesai pada tahun 2023. Jaringan sepanjang 900 kilometer ini membentang dari Al Sila di wilayah barat Abu Dhabi hingga Fujairah di pesisir timur, menghubungkan 11 kota dan wilayah utama di seluruh tujuh emirat. Dengan kecepatan operasional hingga 200 km/jam, kereta penumpang akan mengurangi waktu tempuh sekitar 30 hingga 40 persen dibandingkan opsi transportasi lain. Sebagai perbandingan, perjalanan darat antara Abu Dhabi dan Dubai saat ini biasanya memakan waktu 1,5 hingga 2 jam, tergantung kondisi lalu lintas.

Integrasi layanan penumpang ini merupakan bagian dari visi strategis UEA untuk menyediakan jaringan transportasi terpadu, aman, dan efisien yang meningkatkan konektivitas antar kota dan komunitas. Azza Alsuwaidi, Wakil CEO Etihad Rail Mobility, menekankan bahwa perusahaan berkomitmen untuk memenuhi target peluncuran layanan penumpang pada tahun 2026, dengan kualitas, keselamatan, dan keandalan sebagai pilar utama. Jaringan ini akan dilengkapi dengan stasiun-stasiun modern yang terintegrasi dengan sistem transportasi umum lokal seperti metro dan bus, memastikan konektivitas "last-mile" yang lancar. Stasiun penumpang utama direncanakan di Abu Dhabi, Dubai, Sharjah, dan Fujairah.

Implikasi proyek ini meluas melampaui efisiensi perjalanan. Dari perspektif ekonomi, Etihad Rail diproyeksikan memberikan kontribusi sekitar AED 145 miliar terhadap PDB UEA selama 50 tahun ke depan. Proyek ini juga diharapkan dapat menciptakan ribuan lapangan kerja, mendorong pengembangan real estat di sekitar stasiun, dan meningkatkan konektivitas bisnis di seluruh wilayah. Dr. Sultan Ahmed Al Jaber, Menteri Perindustrian dan Teknologi Lanjutan UEA serta Direktur Pelaksana dan CEO Grup ADNOC, menegaskan bahwa proyek Etihad Rail lebih dari sekadar jaringan kereta api; ia berfungsi sebagai arteri vital bagi pertumbuhan ekonomi, pengembangan infrastruktur, dan dekarbonisasi.

Dari sisi keberlanjutan, Etihad Rail sejalan dengan strategi Net Zero 2050 UEA. Dengan menggeser transportasi barang dari jalan raya ke kereta api, operasional Etihad Rail diproyeksikan mengurangi emisi CO2 dari sektor transportasi jalan raya UEA sebesar 21% setiap tahunnya pada tahun 2050, setara dengan menghilangkan sekitar 8,2 juta ton CO2 per tahun. Setiap perjalanan kereta api dapat menggantikan hingga 300 truk dari jalan raya, berkontribusi pada pengurangan kemacetan, peningkatan keselamatan jalan, dan penurunan biaya pemeliharaan jalan.

Ke depan, ambisi Etihad Rail tidak terbatas pada transportasi domestik. Proyek ini juga merupakan bagian integral dari Proyek Kereta Api Terpadu GCC yang lebih besar, yang akan menghubungkan UEA dengan negara-negara tetangga seperti Oman. Koneksi lintas batas, seperti Hafeet Rail (UEA-Oman Rail) sepanjang 238 kilometer yang menghubungkan Pelabuhan Sohar di Oman dengan Abu Dhabi, sedang dalam pembangunan. Ini akan semakin memperkuat posisi UEA sebagai pusat transportasi dan logistik global. Dengan kecepatan, kenyamanan, dan komitmen terhadap keberlanjutan, peluncuran layanan penumpang Etihad Rail pada tahun 2026 menandai era baru bagi perjalanan di UEA, mengubah lanskap mobilitas negara ini secara fundamental.