Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

China Eastern Mengukir Sejarah: Maraton Udara 29 Jam Argentina-China

2025-12-09 | 19:49 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-09T12:49:36Z
Ruang Iklan

China Eastern Mengukir Sejarah: Maraton Udara 29 Jam Argentina-China

China Eastern Airlines telah secara resmi meluncurkan rute penerbangan komersial langsung terpanjang di dunia, yang menghubungkan Shanghai Pudong International Airport (PVG) di Tiongkok dengan Ministro Pistarini International Airport (EZE) di Buenos Aires, Argentina. Penerbangan ini, yang mencakup jarak hampir 20.000 kilometer, mencatat durasi perjalanan hingga 29 jam pada penerbangan kembali dari Buenos Aires ke Shanghai.

Penerbangan perdana, dengan nomor penerbangan MU745, berangkat dari Shanghai Pudong pada dini hari tanggal 4 Desember 2025. Rute ini mengoperasikan pesawat Boeing 777-300ER, yang dirancang untuk perjalanan jarak jauh.

Meskipun disebut sebagai penerbangan "langsung", perjalanan ini mencakup pemberhentian teknis terjadwal selama dua jam di Auckland Airport (AKL), Selandia Baru, untuk pengisian bahan bakar dan pergantian awak. Penumpang tetap berada di dalam pesawat selama pemberhentian ini, memungkinkan rute ini diklasifikasikan sebagai penerbangan langsung, bukan non-stop. Penerbangan dari Shanghai ke Buenos Aires memiliki durasi sekitar 25 jam 30 menit hingga 25 jam 55 menit. Namun, leg kembali dari Buenos Aires ke Shanghai diperkirakan memakan waktu hampir 29 jam karena angin sakal yang berlaku, menjadikannya salah satu penerbangan terlama dalam sejarah penerbangan komersial dalam hal durasi.

Rute baru ini beroperasi dua kali seminggu, dengan penerbangan berangkat dari Shanghai pada hari Senin dan Kamis, serta penerbangan kembali dari Buenos Aires pada hari Selasa dan Jumat. Ini menandai koneksi udara langsung pertama antara Tiongkok dan kota besar di Amerika Selatan, menciptakan "koridor selatan" baru melintasi Pasifik dan menawarkan alternatif untuk rute transfer tradisional yang melalui Eropa atau Amerika Utara. China Eastern Airlines menyatakan bahwa rute ini mengurangi waktu tempuh antara Tiongkok dan Amerika Selatan lebih dari empat jam.

Rute ini memiliki signifikansi strategis yang kuat, memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan antara Tiongkok, Selandia Baru, dan Argentina. Selain penumpang, penerbangan ini juga mendukung rantai pasokan kargo, termasuk saluran pengiriman langsung rantai dingin dari Argentina ke Tiongkok untuk produk seperti ceri dan salmon. Permintaan perjalanan antara Tiongkok dan Buenos Aires sangat tinggi, dengan 96.000 penumpang pulang pergi tercatat dalam 12 bulan hingga September 2025. Kepentingan Argentina sebagai sumber litium, kedelai, dan daging sapi bagi Tiongkok juga menambah rasional strategis rute ini. Selain itu, Selandia Baru telah menghapus persyaratan visa transit untuk penumpang Tiongkok, semakin memperkuat peran Auckland sebagai pusat selatan untuk perjalanan Asia-Amerika Selatan. Maskapai ini juga telah memperoleh hak kebebasan kelima, yang memungkinkannya menawarkan penerbangan non-stop antara Auckland dan Buenos Aires. Penerbangan perdana membawa 282 penumpang dengan pesawat bertema "National Museum of China".