Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

BKSDA Aceh Rilis Update: Empat Gajah di Wilayah Eks Banjir Sehat Walafiat

2025-12-13 | 17:09 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-13T10:09:39Z
Ruang Iklan

BKSDA Aceh Rilis Update: Empat Gajah di Wilayah Eks Banjir Sehat Walafiat

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh memastikan kondisi empat ekor gajah Sumatera yang diterjunkan untuk membantu penanganan pascabanjir di Kabupaten Pidie Jaya dalam keadaan baik. Keempat gajah jinak yang dikenal dengan nama Abu, Mido, Ajis, dan Noni tersebut telah diistirahatkan setelah menyelesaikan tugasnya, serta mendapatkan asupan pakan dan nutrisi yang memadai. Mereka juga berada di bawah pengawasan ketat tim dokter hewan dari BKSDA Aceh dan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala (FKH USK).

Gajah-gajah terlatih ini berasal dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Aceh Besar, dan dikerahkan untuk membantu evakuasi puing-puing material berat serta gelondongan kayu sisa banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut, khususnya di Gampong Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya. Kehadiran mereka sangat vital di lokasi yang sulit dijangkau oleh alat berat, membantu membuka akses jalan menuju rumah warga yang tertimbun serta menggeser material yang tersangkut di permukiman. Selain itu, gajah-gajah ini turut disiagakan untuk distribusi logistik dan bahkan berperan dalam memberikan dukungan psikologis atau trauma healing bagi anak-anak korban banjir.

Kepala BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata, menegaskan bahwa sebelum diturunkan ke lapangan, tim telah melakukan survei menyeluruh terkait kondisi lokasi, aksesibilitas, tingkat keamanan, dan kebutuhan operasional. Persiapan ini mencakup penyediaan area istirahat yang memadai, ketersediaan pakan dan suplemen yang cukup, serta sistem pemantauan kesehatan berkala untuk menjamin kesejahteraan satwa. Bahkan, satu unit mobil slip-on berisi tangki dan selang air juga disiagakan untuk memastikan kebutuhan air minum gajah terpenuhi setiap saat.

Operasi pembersihan material pascabencana ini dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari hingga 14 Desember 2025. Keempat gajah ini bukanlah pendatang baru dalam misi kemanusiaan. Mereka memiliki pengalaman panjang, termasuk pernah dilibatkan dalam upaya pemulihan pascatsunami Aceh pada tahun 2004 silam, menunjukkan efektivitas mereka dalam penanganan bencana. Ujang Wisnu Barata juga menekankan bahwa pengerahan gajah ini merupakan bukti bahwa gajah bukanlah musuh manusia dan penting untuk menjaga serta melindungi habitat mereka.