Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Bangkok Hadapi Ancaman Polusi Udara Jelang Libur Tahun Baru 2026

2025-12-29 | 17:24 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-29T10:24:04Z
Ruang Iklan

Bangkok Hadapi Ancaman Polusi Udara Jelang Libur Tahun Baru 2026

Libur Tahun Baru 2026 di Bangkok diperkirakan akan dibayangi oleh peningkatan tajam polusi udara, dengan otoritas kota mengeluarkan peringatan mengenai potensi lonjakan kadar partikel halus PM2.5 akibat kondisi atmosfer yang stagnan dan peningkatan aktivitas perayaan. Pusat Informasi Kualitas Udara Bangkok telah merilis proyeksi yang menunjukkan bahwa setelah periode kondisi udara yang relatif stabil pada 26 dan 27 Desember, ventilasi udara akan melemah secara signifikan mulai 28 Desember hingga 1 Januari 2026, periode krusial yang mencakup Malam Tahun Baru dan Hari Tahun Baru.

Peringatan tersebut menyoroti bahwa kombinasi lalu lintas padat, penggunaan kembang api, dan keramaian perayaan di luar ruangan dapat mendorong tingkat PM2.5 melampaui batas aman, terutama di zona perkotaan padat dan area yang berada di arah angin dari jalan-jalan utama. Para pejabat mengimbau penduduk dan wisatawan untuk memantau data kualitas udara secara real-time melalui aplikasi AirBKK dan mengambil tindakan pencegahan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta individu dengan riwayat penyakit pernapasan atau jantung, yang disarankan untuk membatasi aktivitas di luar ruangan. Tingkat polusi diperkirakan akan memburuk terutama pada malam hari dan pagi dini hari, saat sirkulasi udara cenderung paling lemah.

Masalah polusi udara di Bangkok bukan fenomena baru. Ibu kota Thailand secara konsisten bergulat dengan kualitas udara yang buruk selama musim dingin, yang diperparah oleh berbagai faktor antropogenik dan kondisi meteorologi. Pada awal tahun 2025, Bangkok mengalami episode polusi udara parah yang berlangsung dari Januari hingga Maret, dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 108 mikrogram per meter kubik (µg/m³) di beberapa area, hampir tiga kali lipat ambang batas aman nasional Thailand sebesar 37,5 µg/m³. Pada puncaknya, Bangkok sempat menduduki peringkat di antara kota-kota paling tercemar di dunia. Data dari tahun 2023 menunjukkan bahwa lebih dari 10 juta warga Thailand mencari perawatan medis untuk penyakit terkait polusi udara, sebuah indikator serius dari dampak kesehatan jangka panjang yang ditimbulkan oleh krisis ini.

Penyebab utama polusi PM2.5 di Bangkok adalah emisi kendaraan, yang menyumbang sekitar 60% dari polusi kota, diikuti oleh emisi industri dan pembakaran pertanian di provinsi-provinsi terdekat. Selama "musim dingin" yang sejuk dan kering, kondisi angin yang lemah serta fenomena inversi termal seringkali memerangkap polutan di dekat permukaan tanah, mencegahnya menyebar.

Menanggapi krisis yang berulang ini, Bangkok Metropolitan Administration (BMA) dan pemerintah pusat telah memperkenalkan serangkaian langkah mitigasi untuk tahun 2026. Ini termasuk penetapan Zona Emisi Rendah (Low Emission Zone/LEZ) di seluruh 50 distrik Bangkok, pengetatan batas emisi asap hitam dari kendaraan diesel dari 30% menjadi 20% yang efektif berlaku sejak 1 November 2025, serta peluncuran program "Green List" dan "Green List Plus" untuk mendorong perawatan kendaraan yang lebih baik. Selain itu, otoritas juga mengintensifkan inspeksi di lokasi konstruksi, melarang segala bentuk pembakaran terbuka termasuk limbah pertanian, dan mendorong penggunaan transportasi umum serta kebijakan bekerja dari rumah selama periode polusi tinggi. Pusat Informasi Kualitas Udara Bangkok juga telah meningkatkan sistem prakiraan polusi dari tiga hari menjadi tujuh hari ke depan untuk memberikan peringatan dini yang lebih baik kepada publik.

Meskipun langkah-langkah ini menunjukkan komitmen, tantangan tetap ada. Tingkat PM2.5 Bangkok masih secara rutin melebihi standar aman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang merekomendasikan batas 15 µg/m³ untuk rata-rata 24 jam. Implikasi bagi sektor pariwisata, yang sangat vital bagi ekonomi Thailand, dapat signifikan. Peringatan polusi berulang kali dapat merusak citra Bangkok sebagai tujuan wisata utama, mendorong wisatawan untuk mempertimbangkan kembali rencana perjalanan mereka, atau setidaknya memengaruhi pengalaman liburan mereka dengan membatasi aktivitas luar ruangan. Untuk Tahun Baru 2026, wisatawan yang telah merencanakan kunjungan ke Bangkok disarankan untuk mempersiapkan diri dengan masker pelindung dan memantau kondisi udara lokal untuk memastikan kesehatan dan keselamatan mereka. Kondisi diperkirakan membaik setelah periode liburan, sekitar 2 hingga 3 Januari, seiring dengan menguatnya ventilasi udara yang akan membantu menyebarkan polutan.