Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Bandung Diguncang Gempa 9 SR: Mengungkap Pengalaman Getaran Raksasa

2025-12-23 | 23:05 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-23T16:05:29Z
Ruang Iklan

Bandung Diguncang Gempa 9 SR: Mengungkap Pengalaman Getaran Raksasa

Sebuah atraksi wisata inovatif di Bandung menawarkan pengalaman simulasi diguncang gempa berkekuatan 9 Skala Richter, menarik perhatian sebagai hiburan unik di tengah kawasan yang sesungguhnya memiliki potensi seismik signifikan. Meskipun gempa berkekuatan ekstrem tersebut belum pernah mengguncang kota ini, realitas geologis Bandung menempatkannya pada peta kerentanan bencana alam yang serius.

Faktanya, Bandung dan sekitarnya berada di atas beberapa sesar aktif, termasuk Sesar Lembang dan Sesar Garsela, serta menghadapi ancaman dari zona megathrust di selatan Jawa Barat. Pada 18 September 2024, Kabupaten Bandung diguncang gempa berkekuatan Magnitudo 4,9 (yang kemudian diperbarui menjadi M5.0) yang berasal dari Sesar Garsela, menyebabkan kerusakan pada ratusan rumah, 16 sekolah, 32 masjid, 5 fasilitas kesehatan, dan 2 gedung perkantoran di Kabupaten Bandung dan Garut, serta sempat mengganggu operasional kereta cepat Whoosh. Peristiwa tersebut menewaskan dua warga. Kurang dari dua bulan kemudian, pada 20 November 2025, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sembilan gempa bumi kecil, dengan magnitudo terbesar 3,4, mengguncang Kabupaten Bandung, merusak sejumlah rumah di kawasan Paseh.

Sejarah mencatat, pada 4 Januari 1911, gempa dahsyat yang diyakini berasal dari Sesar Cimandiri melanda Bandung, menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur kereta api dan bangunan. Sesar Lembang, yang membentang sepanjang 29 kilometer dari Padalarang hingga Cimenyan, diperkirakan mampu memicu gempa hingga Magnitudo 6,5 sampai 7,0, dengan siklus ulang antara 170 hingga 670 tahun. Guncangan besar terakhir dari Sesar Lembang diperkirakan terjadi pada abad ke-15.

Di luar sesar darat, wilayah Jawa Barat, termasuk Bandung, juga dihadapkan pada potensi gempa megathrust. BMKG Bandung menyebut adanya potensi gempa Magnitudo 8,7 yang dapat memicu tsunami dahsyat di laut selatan Pulau Jawa jika lempeng Indo-Australia dan Eurasia bergerak bersamaan. Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia terbaru tahun 2024 bahkan menunjukkan bahwa zona megathrust Jawa berpotensi menghasilkan gempa hingga Magnitudo 9,1.

Implikasi bagi sektor pariwisata Bandung, sebuah destinasi favorit dengan banyak objek wisata di kawasan rawan bencana seperti Lembang, sangat nyata. Rentetan gempa dari Sesar Lembang baru-baru ini telah menyebabkan penurunan angka kunjungan wisata hingga 15-20 persen di beberapa objek seperti The Great Asia Africa Lembang. Intania Setiati, Public Relations TGAA Lembang, mengonfirmasi penurunan tersebut, menyatakan dampak isu Sesar Lembang sangat terasa di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu. Pengelola tempat wisata di Lembang telah meningkatkan kesiapsiagaan dan edukasi mitigasi bencana bagi karyawan untuk meminimalkan risiko.

Pakar geologi dan mitigasi bencana menyoroti pentingnya edukasi dan kesiapsiagaan masyarakat. Kawasan Bandung Utara, yang merupakan kawasan pengembangan pariwisata nasional, juga diklasifikasikan sebagai kawasan rawan bencana geologi, meliputi gempa bumi, longsor, dan aktivitas gunung api. Konsep geowisata berbasis mitigasi bencana dipercaya mampu memberikan nilai tambah bagi wisatawan melalui edukasi mengenai kondisi kebencanaan di wilayah tersebut. Dengan demikian, tantangan bagi Bandung bukan hanya mengelola persepsi wisatawan terkait "sensasi" gempa, melainkan secara serius mengintegrasikan mitigasi bencana ke dalam perencanaan kota dan strategi pengembangan pariwisata untuk memastikan keselamatan pengunjung dan keberlanjutan sektor vital ini.