
Athena, Yunani – Upaya signifikan untuk merevitalisasi jantung kota Athena telah mengubah ibu kota Yunani menjadi surga pejalan kaki, menjadikannya salah satu destinasi paling ramah wisatawan di dunia. Sebuah studi komprehensif terbaru oleh BookRetreats.com bahkan menobatkan Athena sebagai destinasi wisata paling ramah pejalan kaki di dunia, meraih skor sempurna 20 dari 20, terutama karena kedekatan situs-situs ikoniknya.
Transformasi ini berakar pada inisiatif ambisius "Jalan Kaki Besar Athena" (Megali Volta), sebuah proyek senilai 50 juta euro yang diluncurkan pada Juni 2020. Proyek ini bertujuan untuk menciptakan zona pejalan kaki sepanjang 6,8 hingga 7 kilometer yang menghubungkan situs-situs arkeologi utama kota dan lingkungan bersejarah. Mantan Wali Kota Athena, Kostas Bakoyannis, menyatakan bahwa "ada kebutuhan mendalam di antara semua warga untuk hidup di kota yang ramah orang," menekankan tujuan untuk memprioritaskan pejalan kaki, sepeda, dan sarana transportasi baru.
Sejak implementasinya, proyek ini telah mengubah area-area utama seperti Plaka, Segitiga Komersial, serta jalan-jalan vital seperti Ermou, Mitropoleos, dan Athinas menjadi zona bebas kendaraan atau dengan pembatasan lalu lintas yang drastis. Koridor-koridor ini kini memungkinkan pengunjung untuk bergerak antara Akropolis, Agora Kuno, Kuil Zeus Olimpus, dan Stadion Panathenaic tanpa perlu kendaraan. Perbaikan ini tidak hanya mempercantik lanskap kota tetapi juga meningkatkan pengalaman turis secara signifikan. Kota ini mencatat rekor hampir delapan juta pengunjung pada tahun 2024, dengan proyeksi mencapai 10 juta pada tahun 2025.
Namun, ambisi Athena untuk menjadi kota yang sepenuhnya ramah pejalan kaki tidak lepas dari tantangan. Tingkat kepemilikan mobil yang tinggi, dengan 816 dari 1.000 penduduk memiliki kendaraan, masih menjadi hambatan utama. Kondisi trotoar yang tidak rata dan parkir ilegal juga menjadi masalah yang diakui secara luas. Wali Kota Athena saat ini, Haris Doukas, telah mengakui "tantangan aksesibilitas yang signifikan" dan berjanji untuk "secara intensif menghadapi masalah parkir ilegal, mengganti trotoar yang rusak, dan memperkenalkan tanjakan". Sebuah studi "Daya Dukung Pariwisata" yang ditugaskan oleh pemerintah kota pada akhir tahun 2024 juga menunjukkan adanya "kerapuhan pariwisata" di Athena, dengan beberapa lingkungan seperti Monastiraki, Psyrri, dan Plaka menunjukkan tanda-tanda "konsentrasi berlebihan" wisatawan yang membebani infrastruktur dan sumber daya lokal.
Di samping itu, Athena terus berinvestasi pada proyek-proyek regenerasi perkotaan yang ambisius. Proyek Ellinikon, sebuah pembangunan kembali senilai 8 miliar euro di bekas bandara, akan beroperasi sebagian pada tahun 2026, berfokus pada ruang hijau, pariwisata mewah, dan teknologi kota pintar. Pengembangan ini juga mencakup jalur pejalan kaki dan sepeda sepanjang 13,5 kilometer di sepanjang Athenian Riviera. Selain itu, inisiatif "Lingkungan Terbuka 15 Menit" sedang diperluas ke seluruh distrik kota, bertujuan untuk memastikan semua warga dapat mengakses layanan penting dalam waktu 15 menit dengan berjalan kaki atau sepeda. Ini menunjukkan komitmen jangka panjang Athena untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih berkelanjutan, ramah lingkungan, dan dapat diakses bagi penduduk maupun pengunjung. Saat Athena terus berupaya menyeimbangkan pertumbuhan pariwisata dengan kualitas hidup warganya, keberhasilannya dalam mewujudkan surga pejalan kaki menjadi model bagi kota-kota global lainnya yang menghadapi tantangan serupa.