Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Ahmad Dhani Meramaikan Peringatan 40 Hari Wafat PB XIII Versi PB XIV Purbaya

2025-12-12 | 15:56 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-12T08:56:56Z
Ruang Iklan

Ahmad Dhani Meramaikan Peringatan 40 Hari Wafat PB XIII Versi PB XIV Purbaya

Acara peringatan 40 hari wafatnya SISKS Paku Buwono (PB) XIII digelar oleh SISKS Paku Buwono XIV Purbaya di Sasana Parasdya, Keraton Solo, pada Kamis (11/12/2025) malam. Musisi sekaligus anggota DPR RI Ahmad Dhani turut menghadiri acara tersebut.

Peringatan 40 hari wafatnya mendiang PB XIII ini dimulai sekitar pukul 20.20 WIB. PB XIV Purbaya terlihat memasuki Sasana Parasdya dengan mengenakan beskap berwarna biru sebelum rangkaian acara dimulai, dan duduk di tempat yang telah disediakan. Ibu PB XIV Purbaya juga hadir di belakangnya. Selain itu, putri-putri PB XIII, yakni GKR Panembahan Timoer Rumay Kusuma Dewayani, GKR Devi Lelyana Dewi, dan GKR Dewi Ratih Widyasari, juga turut hadir. Acara ini juga dihadiri oleh abdi dalem, sentono dalem, dan masyarakat umum.

Ahmad Dhani, pentolan grup Dewa 19, hadir mengenakan beskap hitam dan blangkon, serta duduk di barisan depan, mengikuti acara hingga selesai. Ia menyatakan hubungannya dengan Keraton Solo sudah seperti keluarga sendiri setelah dirinya mendapatkan gelar kekancingan dari mendiang PB XIII. Menurut Dhani, kehadirannya adalah sebuah kewajiban untuk setiap acara keraton dan bukan karena undangan khusus. Dalam kesempatan itu, Ahmad Dhani menyampaikan harapannya agar Keraton Solo semakin jaya, bebas dari polemik, dan dapat terus menjaga warisan budaya bangsa.

Pengageng Sasana Wilapa Keraton Solo, GKR Panembahan Timoer Rumbay Kusuma Dewayani, menjelaskan bahwa rangkaian acara 40 hari wafatnya PB XIII meliputi doa tahlil seperti pada umumnya. Selanjutnya, rangkaian doa akan dilanjutkan ke Imogiri pada hari berikutnya, dengan GKR Dewi Ratih Widyasari yang bertugas untuk menghadiri. Selain itu, juga akan diadakan acara labuhan atau caos dahar ke tujuh titik sakral pada hari Minggu (14/12/2025) sebagai syarat jumenengan (penobatan) raja, yang berfungsi sebagai pemberitahuan kepada leluhur mengenai raja baru PB XIV. Peringatan 40 hari versi PB XIV Purbaya ini bersifat terbuka untuk umum, dengan imbauan kepada masyarakat yang hadir untuk mengenakan pakaian sopan, tidak memakai kaus atau celana jins.

Peringatan 40 hari wafatnya SISKS Paku Buwono XIII ini diselenggarakan dalam dua versi berbeda akibat dualisme kepemimpinan di Keraton Kasunanan Surakarta setelah wafatnya PB XIII pada 2 November 2025. Selain versi yang digelar oleh PB XIV Purbaya, Lembaga Dewan Adat (LDA) yang mendukung PB XIV Hangabehi juga menggelar acara serupa pada Rabu (10/12/2025) malam di Sasana Handrawina. Konflik suksesi ini muncul setelah dua putra mendiang PB XIII, yakni KGPH Purbaya dan KGPH Hangabehi (Mangkubumi), sama-sama mengklaim gelar Paku Buwono XIV. Purbaya mendeklarasikan diri sebagai PB XIV pada 5 November 2025 dan menggelar jumenengan resmi pada 15 November 2025, berdasarkan wasiat dari PB XIII. Sementara itu, Hangabehi dinobatkan oleh Lembaga Dewan Adat.