Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Abrasi Ganas Menggerus Pantai Kuta: Mengancam Wisata dan Kenyamanan Pedagang

2025-12-17 | 15:44 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-17T08:44:28Z
Ruang Iklan

Abrasi Ganas Menggerus Pantai Kuta: Mengancam Wisata dan Kenyamanan Pedagang

Gelombang abrasi yang semakin parah terus menggerus bibir Pantai Kuta, Bali, menyebabkan ketidaknyamanan serius bagi para pedagang dan wisatawan yang berkunjung. Pemantauan pada Selasa (16/12/2025) menunjukkan bahwa beberapa titik di sepanjang pantai mengalami pengikisan pasir yang signifikan, mengakibatkan garis pantai menyempit dan membentuk undakan curam yang mengganggu aktivitas pengunjung. Kondisi ini dilaporkan sangat parah di area depan Pura Segara hingga Kantor Balawista, sekitar Kutabex Hotel, dan depan Beachwalk Mall.

Kerusakan infrastruktur juga terlihat jelas, dengan jalur jogging track yang membentang di kawasan pantai amblas diterjang ombak besar, terutama saat air laut pasang bertepatan dengan Hari Purnama pada Selasa malam (5/11/2025). Pedestrian di sepanjang area depan Kuta Sea View hingga depan Hotel Istana Rama Kuta juga rusak parah, membuat area pejalan kaki semakin sempit dan sulit dilalui wisatawan. Abrasi ini merupakan fenomena musiman yang biasanya terjadi antara bulan November hingga April. Beberapa laporan menyebutkan bahwa garis pantai telah mundur hingga 15-20 meter sejak tahun 1980-an, bahkan ada yang menyebutkan hingga hampir 30 meter dalam 20 tahun terakhir.

Dampak langsung dirasakan oleh para pedagang dan wisatawan. Seorang pedagang di Pantai Kuta menyatakan bahwa upaya pembersihan pasir yang terbawa ombak menjadi sia-sia, dan ia ragu abrasi dapat ditangani secara permanen karena merupakan bencana musiman. Untuk menyiasati kondisi ini, beberapa pedagang di depan Hard Rock Hotel terpaksa membuat senderan sementara menggunakan gundukan pasir dan karung pasir agar tetap memiliki tempat berjualan.

Wisatawan juga mengeluhkan kondisi ini. Vito (23), seorang wisatawan asal Malang, menilai kondisi pantai mengurangi kenyamanan, terutama saat berjalan kaki dan berfoto, karena abrasi mulai memakan badan jalan pejalan kaki dan mengganggu keindahan pantai.

Pemerintah tengah berupaya mengatasi permasalahan ini. Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, melalui Menko Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau langsung proyek pembangunan lima unit breakwater sepanjang 5,3 kilometer dari Kuta hingga Seminyak. Proyek senilai sekitar Rp260 miliar yang didukung pinjaman JICA ini juga mencakup pengisian pasir (sand nourishment) menggunakan pasir dari Jimbaran, dengan target penyelesaian akhir tahun depan dan progres pengerjaan mencapai 18 persen per Oktober 2025.

Sebelumnya, proyek penanganan abrasi senilai Rp249 miliar dari pinjaman JICA yang berfokus pada pengisian pasir dan pemasangan breakwater sempat mundur dari rencana Juni 2024 menjadi Agustus 2024, dengan estimasi waktu pelaksanaan sekitar dua tahun. Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida juga sedang mengevaluasi dan mempertimbangkan desain ulang penanganan abrasi, termasuk kemungkinan penambahan breakwater. Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung telah melakukan perapian sementara pada pedestrian yang rusak dan membersihkan material pasir, sambil menunggu proyek pembangunan breakwater dari BWS Bali-Penida selesai. Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menegaskan komitmen Pemkab Badung untuk segera melakukan pembenahan menyeluruh, termasuk perbaikan pedestrian, guna mempertahankan Pantai Kuta sebagai ikon pariwisata yang nyaman bagi wisatawan. Diharapkan penambahan pasir dapat dilakukan kembali pada Januari mendatang.