
Kebun Raya Cibodas, sebuah destinasi wisata dan konservasi tumbuhan yang terletak di kaki Gunung Gede dan Pangrango, menawarkan pengalaman memukau bagi para pengunjung dengan enam taman tematiknya yang wajib dijelajahi. Didirikan pada 11 April 1852 oleh Johannes Elias Teijsmann, kebun raya seluas 84,99 hektar ini terkenal dengan topografi bergelombang dan berbukit-bukit serta udara sejuknya, menjadikannya rumah ideal bagi koleksi tumbuhan dataran tinggi basah tropika. Suhu rata-rata di sini sekitar 20,06°C dengan kelembaban 80,82%.
Salah satu daya tarik utamanya adalah Taman Sakura, yang memungkinkan pengunjung menikmati keindahan bunga sakura tanpa harus ke Jepang. Taman ini memiliki luas sekitar 6.647 hingga 7.000 meter persegi dan didesain dengan konsep gaya Jepang. Koleksi sakuranya mencakup empat hingga tujuh jenis, termasuk Prunus cerasoides, Prunus arborea, dan Prunus costata. Uniknya, bunga sakura di sini dapat mekar dua kali dalam setahun, yaitu sekitar bulan Januari-Februari dan Juli-Agustus, dengan masa mekar yang berlangsung sekitar empat hingga tujuh hari.
Berikutnya, Taman Lumut seluas 1.500 meter persegi menjadi daya tarik tersendiri karena dirancang menyerupai habitat asli lumut. Taman ini merupakan salah satu taman lumut luar ruangan terbesar di dunia dan menjadi pusat pengembangan serta penelitian dengan koleksi 134 jenis lumut. Sebagian besar koleksinya berasal dari sekitar Cibodas.
Taman Rhododendron juga menarik perhatian dengan koleksi azaleanya. Dibangun dan diresmikan pada tahun 2002, taman ini memiliki luas sekitar 5.000 meter persegi. Ikon Kebun Raya Cibodas, Azalea Jawa atau Rhododendron javanicum, merupakan salah satu jenis yang dikoleksi di taman ini.
Bagi pecinta tumbuhan paku, Taman Paku-pakuan menghadirkan koleksi yang beragam. Taman ini mengoleksi sekitar 101 jenis paku-pakuan dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara. Beberapa paku bahkan telah lama dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan baku obat tradisional.
Tidak kalah menarik, Rumah Kaca berfungsi sebagai tempat konservasi berbagai jenis tanaman tropis dan subtropis. Dengan luas 942,3 meter persegi, rumah kaca ini menyimpan koleksi mengagumkan seperti hampir 4.000 contoh tanaman dari 350 jenis kaktus dan 360 jenis anggrek. Pengunjung juga dapat menemukan bromelia, agave, dan sukulen di dalamnya.
Terakhir, Taman Obat menjadi wahana edukasi yang penting. Taman ini mengoleksi berbagai tanaman obat, dengan total 164 jenis yang dapat ditemukan di sini. Salah satu tanaman yang populer adalah Centella asiatica atau pegagan, yang dikenal berkhasiat sebagai obat peningkat daya ingat dan bahan produk kecantikan.
Kebun Raya Cibodas beroperasi setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB pada hari kerja, dan pukul 07.00 hingga 16.00 WIB pada akhir pekan dan hari libur nasional. Harga tiket masuk untuk pengunjung domestik adalah Rp15.500 pada hari kerja dan Rp25.500 pada akhir pekan, sementara wisatawan mancanegara dikenakan biaya Rp51.000. Tersedia juga fasilitas pendukung seperti area parkir, mushola, toilet, area bermain anak, teater alam terbuka, hingga camping ground.