
Masjid An-Nawier, salah satu masjid tertua yang berdiri megah di kawasan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, menawarkan pengalaman beribadah yang unik, termasuk dalam pelaksanaan wudhu. Selain sejarah panjangnya yang telah berusia lebih dari dua setengah abad, masjid ini menarik perhatian dengan tiga area wudhu yang berbeda, memberikan pilihan menarik bagi para jamaah.
Salah satu tempat wudhu yang paling menonjol adalah area berwudhu di kolam. Berbeda dengan tempat wudhu modern yang menggunakan keran, di sini jamaah dapat bersuci secara tradisional dengan duduk di tepi kolam dan langsung mengambil air dari kolam tersebut. Ketua DKM Masjid Jami An-Nawier, Dikky, menjelaskan bahwa kolam ini dulunya kerap digunakan oleh jamaah dan praktik berwudhu seperti ini diperbolehkan dalam Islam karena air di kolam ini diceritakan telah memenuhi syarat kesucian air yakni melebihi dua kulah, atau sekitar 216 liter, sehingga tidak mudah menjadi najis. Air kolam yang memiliki kedalaman sekitar 1,7 meter ini juga diceritakan bersumber langsung dari mata air dan telah ada sejak awal pembangunan masjid.
Kemudian, terdapat juga tempat wudhu yang berbalut sentuhan arsitektur Eropa klasik. Terletak di bagian depan masjid, area ini memiliki ornamen pilar-pilar layaknya monumen kecil, namun di dalamnya dilengkapi dengan keran yang dapat digunakan untuk berwudhu. Desain ini memberikan pengalaman bersuci yang berbeda, menggabungkan fungsionalitas modern dengan estetika bangunan bersejarah.
Selain kedua area tersebut, Masjid An-Nawier juga menyediakan fasilitas keran wudhu modern. Fasilitas ini hadir sebagai pilihan bagi para jamaah yang mungkin tidak terbiasa berwudhu di kolam atau bak tradisional. Dengan adanya berbagai pilihan tempat wudhu ini, Masjid An-Nawier tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga beradaptasi dengan kenyamanan jamaah kontemporer, menjadikan proses bersuci sebagai bagian dari pengalaman spiritual yang beragam di masjid bersejarah ini.