Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Visa Jepang Melejit 10 Kali Lipat untuk WNA: Kapan Aturan Baru Ini Berlaku?

2025-11-24 | 09:06 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-24T02:06:58Z
Ruang Iklan

Visa Jepang Melejit 10 Kali Lipat untuk WNA: Kapan Aturan Baru Ini Berlaku?

Pemerintah Jepang bersiap untuk memberlakukan kenaikan substansial pada biaya penerbitan visa bagi penduduk asing, dengan beberapa kategori visa akan mengalami kenaikan hingga sepuluh kali lipat dari tarif saat ini. Perubahan ini dijadwalkan akan berlaku pada tahun fiskal berikutnya, yaitu mulai 1 April 2026, setelah amandemen undang-undang kontrol imigrasi yang diharapkan akan diajukan pada sesi parlemen biasa tahun depan.

Kenaikan biaya visa ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menyelaraskan biaya visa Jepang dengan negara-negara Barat utama dan untuk memperkuat kebijakan yang mendukung multikulturalisme. Langkah ini juga bertujuan untuk menutupi meningkatnya biaya administrasi yang timbul dari rekor jumlah penduduk asing di negara tersebut.

Secara spesifik, biaya untuk perubahan status visa atau perpanjangan visa dengan jangka waktu satu tahun atau lebih diperkirakan akan naik dari 6.000 yen menjadi sekitar 40.000 yen. Sementara itu, biaya untuk permohonan visa tinggal permanen akan mengalami kenaikan yang jauh lebih besar, dari 10.000 yen menjadi lebih dari 100.000 yen.

Perdana Menteri Sanae Takaichi telah menginstruksikan kenaikan biaya visa ini dalam pertemuan menteri tentang kebijakan mengenai orang asing awal bulan ini. Pemerintah berencana untuk mengajukan rancangan undang-undang untuk merevisi undang-undang kontrol imigrasi, yang saat ini membatasi biaya tertentu pada 10.000 yen, pada sesi parlemen biasa tahun depan.

Kenaikan biaya ini menyusul penyesuaian yang lebih kecil pada April 2025, ketika Badan Layanan Imigrasi menaikkan biaya penerbitan karena inflasi, dari 4.000 yen menjadi 6.000 yen untuk perpanjangan, dan dari 8.000 yen menjadi 10.000 yen untuk tempat tinggal permanen.

Jumlah penduduk asing di Jepang mencapai rekor tertinggi 3.956.619 orang pada akhir Juni 2025, menurut data Badan Layanan Imigrasi. Penerimaan tambahan dari kenaikan biaya ini akan digunakan untuk mendanai inisiatif kebijakan yang berkaitan dengan penduduk asing, termasuk meningkatkan kondisi bagi populasi asing yang berkembang pesat.