Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Terjebak Erupsi Semeru di Ranu Kumbolo, Ini Kondisi Tim Kemenpar Sekarang

2025-11-21 | 10:03 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-21T03:03:01Z
Ruang Iklan

Terjebak Erupsi Semeru di Ranu Kumbolo, Ini Kondisi Tim Kemenpar Sekarang

Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat drastis pada Rabu, 19 November 2025, memicu erupsi dahsyat yang memuntahkan awan panas guguran sejauh 14 kilometer ke arah tenggara-selatan. Peningkatan aktivitas ini menyebabkan status Gunung Semeru dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pada pukul 16.00 WIB, dan kemudian menjadi Level IV (Awas) pada pukul 17.00 WIB di hari yang sama. Erupsi mendadak ini sempat menyebabkan total 187 orang terjebak di kawasan Ranu Kumbolo, salah satu destinasi favorit di jalur pendakian Gunung Semeru.

Dari total 187 orang yang terjebak, enam di antaranya merupakan tim dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang tengah melakukan kegiatan pembuatan materi promosi wisata di Ranu Kumbolo. Kelompok tersebut juga terdiri dari 137 pendaki, 15 porter, 7 anggota Pendamping Pendakian Gunung Semeru Terdaftar (PPGST), 2 saver, dan 1 petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menjelaskan bahwa Ranu Kumbolo tidak terdampak langsung oleh material erupsi karena arah luncuran awan panas mengarah ke selatan dan tenggara, sementara lokasi danau berada di sisi utara puncak Semeru. Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Manajemen Krisis Kemenpar, Fadjar Hutomo, juga menegaskan bahwa timnya dalam kondisi selamat. Meskipun demikian, proses evakuasi pada Rabu malam tidak direkomendasikan karena kondisi jalur yang gelap, licin, dan rawan longsor, sehingga semua rombongan diminta untuk tetap bertahan di Ranu Kumbolo.

Seluruh 187 orang, termasuk tim Kemenpar, telah berhasil dievakuasi dengan selamat menuju Ranu Pani pada Kamis, 20 November 2025. Proses penurunan dimulai pukul 07.30 WIB dan rombongan terakhir tiba di Ranu Pani pada Kamis sore sekitar pukul 14.30 WIB. Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., memastikan seluruh pendaki telah turun dalam kondisi sehat dan aman setelah pendataan ulang oleh petugas TNBTS.

Menyusul peningkatan status Gunung Semeru, Balai Besar TNBTS telah menutup total seluruh aktivitas pendakian, termasuk ke Ranu Kumbolo, sejak Rabu, 19 November 2025, pukul 18.30 WIB. Kementerian Pariwisata mengimbau wisatawan dan pendaki untuk selalu mematuhi rekomendasi zona bahaya dari PVMBG dan menjauhi daerah aliran sungai di sekitar Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, karena potensi banjir lahar setelah erupsi. Koordinasi antara Kemenpar, Basarnas, TNBTS, dan BNPB terus dilakukan untuk memantau situasi dan memberikan informasi terkini.