:strip_icc()/kly-media-production/medias/5422744/original/091226800_1764043186-Banjir_Thailand.jpg)
Pencarian terhadap seorang wisatawan Malaysia yang dilaporkan terdampar akibat banjir bandang di Hat Yai, Thailand, berakhir dengan terbongkarnya sebuah perselingkuhan yang mengejutkan. Insiden ini menjadi berita utama di tengah kondisi banjir parah yang melanda Thailand Selatan, menyoroti tantangan tak terduga yang dihadapi para pelancong.
Sarah, seorang wisatawan asal Kedah, Malaysia, menjadi sosok kunci dalam pengungkapan kasus ini. Ia melakukan perjalanan dari Bangkok menuju Hat Yai dengan kereta api pada Sabtu, 22 November 2025, sebelum adiknya menjemputnya untuk kembali ke Kedah. Setelah kembali ke rumah, Sarah dihubungi oleh seorang teman lamanya, yang juga mantan teman sekelasnya di Universiti Malaysia Perlis. Teman tersebut meminta bantuan Sarah untuk memeriksa keadaan suaminya, seorang bankir dari Penang, yang dikatakan terdampar di sebuah hotel di Hat Yai bersama tiga rekan kerjanya.
Khawatir dengan situasi tersebut, Sarah meminta sepupunya yang tinggal di Thailand untuk mendatangi hotel tempat suami temannya menginap, mengingat beberapa area banjir masih bisa dilalui kendaraan roda empat. Saat sepupunya berbicara dengan resepsionis hotel, staf mengonfirmasi bahwa keempat pria tersebut memang masih berada di hotel karena kendaraan mereka terjebak banjir. Namun, resepsionis tersebut juga mengungkapkan sebuah detail tak terduga. Ia memberi tahu sepupu Sarah bahwa salah satu pria, yang merupakan suami teman Sarah, menginap bersama seorang wanita yang ia perkenalkan sebagai "istrinya".
Informasi ini mengejutkan Sarah. Suami yang dicari-cari itu ternyata menghabiskan empat malam di kamar hotel yang sama dengan wanita lain. Sementara itu, istrinya yang asli, yang baru saja melahirkan anak keempat mereka, masih mengira suaminya terjebak banjir bersama rekan-rekan kerjanya. Sarah memutuskan untuk tidak langsung memberitahukan kabar ini kepada temannya, khawatir akan kondisi fisik dan mental temannya pasca melahirkan. Ia berencana untuk menginformasikan kepada kakak perempuan temannya terlebih dahulu.
Banjir yang melanda Hat Yai, Provinsi Songkhla, Thailand Selatan, memang telah menyebabkan gangguan perjalanan yang signifikan. Lebih dari 465.000 orang terdampak dan ribuan wisatawan Malaysia dilaporkan terlantar akibat genangan air yang mencapai ketinggian dua meter di beberapa area, bahkan menangguhkan layanan antar-jemput ke dan dari Bandara Hat Yai. Konsulat Jenderal Malaysia di Songkhla telah mengaktifkan tim operasi untuk membantu warga yang terdampak dan mengimbau wisatawan untuk menunda perjalanan ke Thailand Selatan hingga kondisi membaik.
Insiden ini bukan yang pertama kalinya banjir di Hat Yai secara tidak sengaja mengungkap rahasia pribadi. Sebelumnya, sebuah laporan serupa menyebutkan seorang pria Malaysia lainnya yang mengaku pergi ke Kuala Lumpur untuk bekerja, namun ditemukan terjebak banjir di Hat Yai bersama kekasihnya. Peristiwa-peristiwa ini menjadi pengingat pahit akan dampak tak terduga dari bencana alam terhadap kehidupan personal, di mana media sosial dan upaya penyelamatan dapat secara tidak sengaja menjadi pembuka tabir perselingkuhan.