:strip_icc()/kly-media-production/medias/5418184/original/097518800_1763608554-Pendakian_Semeru.jpg)
Pada Rabu, 19 November 2025, Gunung Semeru di Jawa Timur kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan dengan melontarkan awan panas guguran sejauh 14 kilometer. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Akibat erupsi tersebut, status Gunung Semeru ditingkatkan dari Level II (Waspada) menjadi Level IV (Awas) pada tanggal yang sama.
Saat erupsi terjadi, sebanyak 178 orang dilaporkan masih berada di Ranu Kumbolo, salah satu titik perkemahan populer di jalur pendakian Gunung Semeru. Kelompok ini terdiri dari 137 pendaki, 1 petugas, 2 sukarelawan (saver), 7 Pendamping Pendakian Gunung Semeru Terdaftar (PPGST), 15 porter, dan 6 orang dari tim Kementerian Pariwisata.
Meskipun Semeru memuntahkan awan panas guguran, Ranu Kumbolo sendiri dilaporkan relatif aman. Arah pergerakan awan panas terpantau ke sektor tenggara-selatan, sementara Ranu Kumbolo berada di sisi utara puncak Semeru. Material erupsi seperti aliran piroklastik dan lahar tidak berdampak langsung ke danau kawah tersebut.
Namun, kondisi medan yang gelap, licin akibat hujan, dan rawan longsor membuat evakuasi pada Rabu malam tidak direkomendasikan. Oleh karena itu, para pendaki dan petugas yang terjebak diimbau untuk bermalam di Ranu Kumbolo dalam posisi siaga.
Proses evakuasi baru dapat dilakukan pada Kamis pagi, 20 November 2025, sekitar pukul 08.00 WIB, dengan pendampingan dari tim gabungan termasuk Basarnas dan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Seluruh 178 individu berhasil dievakuasi dengan selamat dalam tiga kloter dan diperkirakan tiba di Pos Pendakian Ranupani pada Kamis sore. Basarnas memastikan bahwa semua pendaki dalam kondisi aman.
Balai Besar TNBTS mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi rekomendasi zona berbahaya yang ditetapkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk menghindari risiko dari aktivitas vulkanik Gunung Semeru. Sebelumnya, Gunung Semeru juga mengalami erupsi besar pada 4 Desember 2021, yang mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan parah.