Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Semeru Mengamuk 36 Kali dalam 6 Jam: Wisatawan Dilarang Mendekati Aliran Lahar

2025-11-21 | 16:56 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-21T09:56:48Z
Ruang Iklan

Semeru Mengamuk 36 Kali dalam 6 Jam: Wisatawan Dilarang Mendekati Aliran Lahar

Wisatawan dan masyarakat diimbau untuk menjauhi Daerah Aliran Sungai (DAS) di sekitar Gunung Semeru menyusul peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan, termasuk tercatatnya 36 letusan dalam rentang waktu enam jam pada Jumat, 21 November 2025. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menaikkan status Gunung Semeru ke Level IV atau Awas sejak Rabu, 19 November 2025, pukul 17.00 WIB.

Pada periode pengamatan Jumat (21/11/2025) antara pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, Pos Pengamatan Gunung Semeru mendokumentasikan 36 letusan dengan kolom asap mencapai 200 meter, berwarna putih keabu-abuan dan mengarah ke tenggara. Selain letusan, tercatat pula empat kali guguran lava dan empat kali hembusan awan panas. Sebelumnya, pada hari yang sama di pagi hari (00.00-06.00 WIB), gunung ini juga mengalami 45 gempa erupsi. Aktivitas kegempaan tinggi juga telah diamati pada 19 November, yang mencakup gempa letusan, guguran, dan harmonik, menunjukkan adanya suplai material dari bawah permukaan.

PVMBG dan Kementerian Pariwisata secara tegas merekomendasikan agar tidak ada aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 20 kilometer dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena potensi perluasan awan panas dan aliran lahar. Radius 8 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru juga merupakan zona terlarang karena ancaman lontaran batu pijar. Kewaspadaan juga ditingkatkan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Semeru, terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta anak-anak sungainya.

Dampak dari peningkatan aktivitas ini telah terasa di sektor pariwisata. Seluruh kegiatan pendakian Gunung Semeru, termasuk ke Ranu Kumbolo, telah ditutup sementara sejak 19 November 2025, hingga kondisi dinyatakan aman. Wisata petualangan seperti Lava Tour Semeru di Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, juga telah menghentikan operasionalnya demi keselamatan pengunjung. Tim dari Kementerian Pariwisata yang sempat terjebak bersama 187 pendaki lainnya di Ranu Kumbolo pada 19 November dilaporkan telah berhasil turun dengan selamat. Meskipun demikian, erupsi Semeru dipastikan tidak memengaruhi aktivitas pariwisata di Bali, yang jaraknya cukup jauh dan arah sebaran abu vulkaniknya tidak mengarah ke wilayah tersebut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga terus melakukan pemantauan dan evakuasi di wilayah terdampak, dengan sebagian pengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing pada Kamis, 20 November 2025.