Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Semeru di Ambang Bahaya: Jalur Pendakian Ditutup, Status Awas Diberlakukan

2025-11-19 | 22:02 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-19T15:02:57Z
Ruang Iklan

Semeru di Ambang Bahaya: Jalur Pendakian Ditutup, Status Awas Diberlakukan

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menaikkan status Gunung Semeru menjadi Level IV atau "Awas", terhitung mulai Rabu, 19 November 2025, pukul 17.00 WIB. Peningkatan status ini merupakan respons terhadap aktivitas vulkanik yang signifikan, termasuk erupsi besar dan peluncuran awan panas guguran (APG).

Sebelumnya, pada hari yang sama pukul 16.00 WIB, status Gunung Semeru telah lebih dulu naik dari Level II (Waspada) ke Level III (Siaga), sebelum akhirnya ditetapkan menjadi Awas satu jam kemudian. Awan panas guguran teramati meluncur sejak pukul 14.13 WIB dengan jarak luncur mencapai 14 kilometer dari puncak kawah, cenderung mengarah ke utara. Beberapa laporan juga menyebutkan luncuran awan panas mencapai 7 kilometer dan 17 kilometer hingga area Jembatan Gladak Perak saat status masih Siaga.

Menyusul kenaikan status ini, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mengumumkan penutupan total seluruh aktivitas pendakian Gunung Semeru. Penutupan ini berlaku untuk semua jalur pendakian, termasuk menuju Ranu Kumbolo, mulai hari ini hingga batas waktu yang belum ditentukan. Rudijanta Tjahja Nugraha, Kepala Balai Besar TNBTS, menegaskan bahwa kebijakan ini adalah langkah mitigasi darurat untuk melindungi keselamatan masyarakat dan pendaki dari potensi bahaya erupsi. Bagi calon pendaki yang telah membeli tiket secara daring, pihak BB TNBTS memastikan dapat mengajukan penjadwalan ulang pendakian.

Badan Geologi Kementerian ESDM merekomendasikan masyarakat dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 8 kilometer dari kawah puncak Gunung Semeru. Selain itu, zona sektoral barat hingga timur laut sejauh 20 kilometer dari pusat erupsi juga diminta untuk diwaspadai sebagai jalur potensial awan panas dan aliran material vulkanik. Masyarakat juga diimbau untuk tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter di sepanjang Besuk Kobokan, yang berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.

Warga di sekitar aliran lahar Semeru telah diminta untuk menjauh dari zona bahaya dan proses evakuasi sedang berlangsung, dengan beberapa balai desa telah disiapkan sebagai lokasi pengungsian. Akses di Jembatan Gladak Perak, yang menghubungkan Kabupaten Lumajang dan Malang, juga telah ditutup sebagai langkah antisipasi. Pemerintah Kabupaten Lumajang mengimbau warga untuk tetap tenang, mempersiapkan diri dengan masker, air minum, obat-obatan, serta memahami jalur aman di lingkungan masing-masing. Tercatat, Gunung Semeru merupakan gunung api paling aktif di Indonesia sepanjang tahun 2025 dengan 2.806 letusan hingga pertengahan November.