Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Recall Airbus A320 Picu Gangguan Penerbangan Indonesia: Penumpang Harus Segera Cek Jadwal Terbang

2025-11-30 | 06:00 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-29T23:00:45Z
Ruang Iklan

Recall Airbus A320 Picu Gangguan Penerbangan Indonesia: Penumpang Harus Segera Cek Jadwal Terbang

Industri penerbangan Indonesia sedang menghadapi gangguan signifikan menyusul pengumuman penarikan (recall) mendadak sekitar 6.000 unit pesawat Airbus A320 di seluruh dunia, termasuk 38 unit yang beroperasi di Indonesia. Insiden ini dipicu oleh temuan bahwa radiasi matahari yang intens berpotiko merusak data penting untuk fungsi kontrol penerbangan pesawat, khususnya pada sistem komputer Aileron Elevator Computer (ELAC).

Masalah ini pertama kali teridentifikasi setelah insiden pada penerbangan JetBlue 1230 pada 30 Oktober 2025, di mana sebuah pesawat A320 tiba-tiba menukik tajam saat dalam perjalanan dari Cancun, Meksiko, menuju Newark, New Jersey, menyebabkan pendaratan darurat dan melukai 15 penumpang. Airbus, setelah melakukan penyelidikan, mengumumkan penarikan ini sebagai tanggapan terhadap risiko tinggi yang nyata.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan telah berkoordinasi dengan enam maskapai penerbangan di Indonesia yang mengoperasikan pesawat jenis A320. Maskapai-maskapai tersebut adalah Batik Air, Super Air Jet, Citilink Indonesia, Indonesia AirAsia, Pelita Air, dan Transnusa. Dari total 207 pesawat A320 di Indonesia, 143 unit beroperasi, dengan 38 pesawat di antaranya atau sekitar 26% dari armada yang beroperasi, terdampak perintah kelaikudaraan darurat ini.

Perintah penarikan ini disampaikan melalui Emergency Airworthiness Directive (EAD) dari Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA), yang berlaku efektif mulai 29 November 2025 pukul 06.59 WIB atau 30 November 2025 pukul 06.59 WIB. Seluruh regulator penerbangan di dunia, termasuk Indonesia, diminta untuk mengadopsi mandat ini guna menjamin keselamatan penerbangan.

Maskapai penerbangan yang terdampak diperintahkan untuk memastikan komputer ELAC pada pesawat mereka "layak pakai" sebelum penerbangan selanjutnya. Proses perbaikan perangkat lunak dan/atau perangkat keras ini diperkirakan akan memakan waktu tiga hingga lima hari sejak pengumuman diterbitkan.

Situasi ini diperkirakan akan menyebabkan potensi gangguan operasional berupa penundaan atau pembatalan penerbangan, mengingat banyaknya pesawat A320 yang menjadi tulang punggung armada penerbangan domestik dan global. Oleh karena itu, masyarakat yang telah memiliki tiket penerbangan dengan jadwal antara 30 November hingga 4 Desember 2025 diimbau untuk segera melakukan konfirmasi ulang jadwal keberangkatan pada masing-masing maskapai penerbangan.

Indonesia AirAsia telah menyatakan bahwa setelah verifikasi menyeluruh, komponen perangkat lunak spesifik yang menjadi objek AD EASA tersebut tidak terpasang pada pesawat mereka, sehingga seluruh pesawat Indonesia AirAsia dinyatakan tetap layak dan aman untuk beroperasi, tanpa memerlukan proses rollback perangkat lunak. Sementara itu, Citilink menegaskan kepatuhan mereka terhadap seluruh regulasi dan instruksi yang ditetapkan oleh Ditjen Hubud dan EASA.

Untuk meminimalisir dampak penundaan penerbangan, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) menyatakan kesiapannya untuk memperpanjang jam operasional bandara jika diperlukan. InJourney Airports akan berkolaborasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan kesiapan operasional dan melakukan penyesuaian di lapangan, dengan tetap menjamin aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan sesuai regulasi yang berlaku.