Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Pengalaman Tak Terlupakan: Pendaki Bertahan di Ranu Kumbolo Kala Semeru Menggila

2025-11-21 | 02:54 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-20T19:54:22Z
Ruang Iklan

Pengalaman Tak Terlupakan: Pendaki Bertahan di Ranu Kumbolo Kala Semeru Menggila

Gunung Semeru, puncak tertinggi di Pulau Jawa, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada Rabu, 19 November 2025, yang mengakibatkan situasi mendebarkan bagi ratusan pendaki yang sedang bermalam di Ranu Kumbolo. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) memastikan bahwa total 187 orang, termasuk pendaki, pemandu, porter, dan tim dari Kementerian Pariwisata, berhasil dievakuasi dengan selamat pada Kamis, 20 November 2025, setelah terpaksa bermalam di kawasan tersebut.

1. Erupsi Mendadak dan Status Awas Semeru, Ratusan Pendaki Terjebak
Erupsi Gunung Semeru terjadi pada Rabu, 19 November 2025, dengan kolom abu mencapai sekitar 2.000 meter di atas puncak dan awan panas guguran yang meluncur hingga 7 kilometer dari kawah. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dengan cepat menaikkan status aktivitas Semeru dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pada pukul 16.00 WIB, dan kemudian menjadi Level IV (Awas) pada pukul 17.00 WIB di hari yang sama. Saat peningkatan status ini terjadi, sekitar 129 hingga 137 pendaki, bersama dengan petugas, saver, Pendamping Pendakian Gunung Semeru Terdaftar (PPGST), porter, dan tim Kementerian Pariwisata, dengan total 178 hingga 187 orang, sudah berada di Ranu Kumbolo. Kondisi darurat ini memicu kepanikan, mengingat material erupsi meluncur ke arah selatan dan tenggara, sementara Ranu Kumbolo berada di sisi utara gunung.

2. Keputusan Kritis: Bermalam di Ranu Kumbolo Demi Keamanan
Meskipun situasi memanas, pihak Balai Besar TNBTS, setelah berkoordinasi dengan tim di lapangan, memutuskan untuk menunda evakuasi para pendaki dari Ranu Kumbolo pada malam hari. Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil karena kondisi medan yang gelap, licin akibat hujan, dan rawan longsor, yang dapat menimbulkan risiko besar bagi pendaki maupun petugas penyelamat. Secara historis, material vulkanik dari Gunung Semeru belum pernah mencapai Ranu Kumbolo, dan arah luncuran awan panas saat itu mengarah ke selatan dan tenggara, menjauh dari posisi Ranu Kumbolo yang berada di utara. Oleh karena itu, Ranu Kumbolo dianggap relatif aman bagi para pendaki untuk bermalam. Petugas terus memantau kondisi dan memastikan pendaki tetap tenang serta siap siaga.

3. Evakuasi Berhasil dan Penutupan Jalur Pendakian
Pada Kamis pagi, 20 November 2025, seluruh rombongan mulai dievakuasi secara bertahap dari Ranu Kumbolo menuju Pos Ranupani dengan pengawalan ketat dari petugas BB TNBTS dan relawan. Proses evakuasi dibagi menjadi tiga kloter dan berjalan lancar berkat cuaca yang cerah. Kepala BB TNBTS Rudijanta Tjahja Nugroho memastikan bahwa semua pendaki tiba di Pos Ranupani dalam kondisi selamat pada Kamis sore. Salah satu pendaki bernama Afas bahkan menyatakan tidak kapok dan ingin kembali lagi ke Ranu Kumbolo jika kondisi normal. Menyusul insiden ini dan kenaikan status menjadi Level IV (Awas), seluruh kegiatan pendakian Gunung Semeru, termasuk ke Ranu Kumbolo, resmi ditutup total hingga batas waktu yang belum ditentukan guna memastikan keselamatan pengunjung. Pengunjung yang telah membeli tiket pendakian akan mendapatkan penjadwalan ulang, sementara kegiatan wisata menuju Bromo dan Ranu Regulo tetap dibuka karena berada di zona aman. Pemerintah Kabupaten Lumajang juga menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari, terhitung mulai 19 November hingga 26 November 2025.