Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Museum Affandi: Menguak Jejak Legendaris Maestro Seni Indonesia

2025-11-25 | 20:32 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-25T13:32:27Z
Ruang Iklan

Museum Affandi: Menguak Jejak Legendaris Maestro Seni Indonesia

Museum Affandi di Yogyakarta terus memukau pengunjung dengan undangan untuk napak tilas jejak Affandi Koesoema, salah satu maestro seni lukis terbesar Indonesia. Terletak strategis di Jalan Laksda Adisucipto No. 167, di tepi barat Sungai Gajahwong, museum ini bukan sekadar galeri seni, melainkan sebuah kapsul waktu yang mengabadikan kehidupan dan karya sang maestro.

Affandi, yang lahir di Cirebon pada 18 Mei 1907, dikenal luas di kancah internasional berkat gaya ekspresionisnya yang khas dan penuh emosi. Sepanjang hidupnya, ia telah menghasilkan lebih dari 2.000 lukisan dan diakui sebagai "Grand Maestro" di Florence, Italia, serta meraih gelar Doktor Honoris Causa dari University of Singapore pada tahun 1974.

Pengunjung yang datang ke Museum Affandi akan diajak menyelami perjalanan artistik Affandi melalui berbagai koleksi yang tertata apik di beberapa galerinya. Museum ini dirintis sendiri oleh Affandi sejak tahun 1962 sebagai ruang pamer untuk karyanya, dan secara resmi dibuka untuk umum pada tahun 1974.

Galeri I menjadi titik awal napak tilas, menampilkan karya-karya retrospektif Affandi dari awal hingga akhir kariernya, mulai dari gaya naturalis hingga ekspresionisnya yang ikonis. Di sini, pengunjung dapat melihat sketsa, lukisan cat air, pastel, dan cat minyak di atas kanvas. Tak hanya itu, benda-benda pribadi sang maestro seperti mobil kesayangannya, Mitsubishi Colt Galant tahun 1976 yang telah dimodifikasi menyerupai ikan, sepeda ontel, sandal jepit, kuas, hingga kliping berita dan foto-foto pribadinya turut dipamerkan, memberikan gambaran utuh tentang sosok Affandi di luar kanvas.

Perjalanan berlanjut ke Galeri II, yang dulunya menjadi tempat pameran lukisan Affandi yang dijual. Kini, galeri dua lantai ini memamerkan karya-karya seniman lain, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal, seperti Basuki Abdullah, Popo Iskandar, Hendra Gunawan, dan Rusli. Sementara itu, Galeri III menonjolkan karya-karya dari keluarga Affandi, termasuk putrinya Kartika Affandi, istrinya Maryati, serta cucu-cucunya. Galeri ini juga sering difungsikan sebagai ruang pameran temporer bagi seniman dari dalam maupun luar negeri.

Keunikan arsitektur museum juga menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman napak tilas. Bangunan-bangunan museum, terutama Galeri I dan III, dirancang sendiri oleh Affandi dengan atap yang melengkung menyerupai pelepah daun pisang, mencerminkan kesederhanaan dan kedekatannya dengan alam. Pengunjung juga dapat melihat langsung rumah tinggal Affandi yang kini menjadi bagian dari pameran, serta studionya, yang memberikan wawasan tentang proses kreatifnya. Bahkan, makam Affandi dan istrinya, Maryati, berada di dalam kompleks museum, di antara Galeri I dan II.

Museum Affandi tidak hanya berfokus pada pameran, tetapi juga aktif dalam program edukasi dan kegiatan seni, seperti lokakarya, seminar, dan pameran temporer, yang bertujuan untuk memajukan pemahaman dan apresiasi seni di masyarakat.

Bagi para pecinta seni dan sejarah, Museum Affandi adalah destinasi wajib di Yogyakarta. Museum ini buka setiap hari Selasa hingga Sabtu, pukul 09.00-16.00 WIB, dengan loket tiket terakhir dilayani pukul 15.00 WIB dan tutup pada hari Minggu. Harga tiket masuk adalah Rp50.000 untuk wisatawan domestik dewasa, Rp25.000 untuk pelajar/mahasiswa domestik dengan menunjukkan kartu, dan Rp100.000 untuk wisatawan mancanegara. Terdapat juga biaya tambahan untuk dokumentasi menggunakan kamera. Fasilitas seperti kafe dan toko suvenir juga tersedia untuk kenyamanan pengunjung.