Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Mimpi Buruk Ketinggian: 20 Turis Terjebak 9 Jam di Bianglala Tertinggi Jepang

2025-11-27 | 14:41 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-27T07:41:46Z
Ruang Iklan

Mimpi Buruk Ketinggian: 20 Turis Terjebak 9 Jam di Bianglala Tertinggi Jepang

Sekitar 20 wisatawan mengalami insiden mencekam setelah terjebak selama sembilan jam di atas Bianglala Osaka Wheel, bianglala tertinggi di Jepang, yang terletak di Prefektur Osaka. Wahana setinggi 123 meter tersebut berhenti beroperasi secara darurat setelah disambar petir pada Selasa, 25 November 2025, sekitar pukul 17.47 waktu setempat, di tengah badai petir yang melanda kawasan tersebut.

Insiden ini terjadi di Expocity, sebuah kompleks perbelanjaan dan hiburan besar di kota Suita, Prefektur Osaka. Bianglala Osaka Wheel, yang juga dikenal sebagai Redhorse Osaka Wheel, dikenal dengan fitur lantai gondolanya yang transparan, memberikan pemandangan kota yang memukau, namun fitur tersebut berubah menjadi sumber ketakutan saat wahana berhenti.

Menurut Takeshi Niwa, Manajer Umum Humas operator bianglala, sambaran petir diduga kuat menyebabkan malfungsi pada pasokan listrik komersial wahana, yang kemudian memicu penghentian darurat. Meskipun pasokan listrik sempat pulih tak lama setelah pemadaman, sistem yang mengelola daya bianglala itu sendiri mengalami kegagalan, menghambat upaya penyelamatan lebih lanjut. Sistem pemanas dan pendingin di dalam gondola juga tidak dapat digunakan selama insiden berlangsung.

Upaya penyelamatan berlangsung dramatis dan rumit. Staf awalnya mencoba memutar bianglala secara manual untuk menurunkan penumpang, namun prosesnya berjalan lambat. Petugas pemadam kebakaran dan tim tanggap darurat kemudian dipanggil ke lokasi. Beberapa penumpang berhasil turun setelah wahana diputar secara manual, sementara yang lain dievakuasi menggunakan tangga truk pemadam kebakaran yang menjulang tinggi.

Operasi penyelamatan yang menegangkan ini baru dinyatakan selesai sepenuhnya pada Rabu dini hari, 26 November 2025, sekitar pukul 02.40 waktu setempat, kurang lebih sembilan jam setelah bianglala berhenti bergerak. Beruntungnya, tidak ada laporan mengenai korban luka dalam insiden ini.

Akibat insiden tersebut, Osaka Wheel mengalami kerusakan parah dan saat ini masih ditutup untuk umum. Belum ada jadwal pasti kapan bianglala ini akan dapat beroperasi kembali. Pihak operator menyatakan bahwa mereka sedang menyelidiki secara rinci penyebab penghentian wahana dan meninjau kembali prosedur tanggap darurat yang berlaku.