:strip_icc()/kly-media-production/medias/5420229/original/023458700_1763731892-jacek-dylag-jo8C9bt3uo8-unsplash.jpg)
Menpar Widi, dengan nama lengkap Widiyanti Putri Wardhana, menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif nasional Belanja di Indonesia Aja (BINA) Indonesia Great Sale 2025. Program ini dijadwalkan berlangsung dari 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, bertepatan dengan musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Menpar Widi menegaskan bahwa belanja merupakan motivasi wisata yang sangat penting, yang dapat mendorong perjalanan wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara.
Acara "BINA Indonesia Great Sale 2025: Wisata Belanja di Indonesia" adalah realisasi dari gerakan nasional Belanja di Indonesia Aja (BINA) yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) untuk memperkuat perdagangan dalam negeri. Pekan belanja ini melibatkan lebih dari 380 perusahaan, 80 ribu gerai, dan 800 merek, serta didukung oleh Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) yang menaungi lebih dari 400 mal di 24 provinsi.
Widi meyakini program ini akan menjadi katalis yang memperkuat ekosistem pariwisata dan memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha, baik perusahaan besar maupun Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ia berharap target transaksi sebesar Rp30 triliun dapat tercapai selama periode kampanye, yang meningkat sekitar 50 persen dari tahun sebelumnya.
Ketua Umum HIPPINDO, Budihardjo Iduansjah, menambahkan bahwa Indonesia Great Sale 2025 akan menawarkan diskon antara 20 hingga 80 persen. Khusus untuk wisatawan mancanegara, akan ada tambahan diskon sebesar 11 persen untuk pembelian dengan menunjukkan paspor. Strategi ini diterapkan untuk menarik minat wisatawan asing berbelanja di Indonesia selama libur akhir tahun. Bahkan, Kementerian Pariwisata telah mengimbau mitra dan berkolaborasi dengan agen perjalanan daring untuk mengamplifikasi penjualan paket wisata spesial Nataru.
Penguatan konsumsi rumah tangga menjelang libur Nataru 2025 dan Tahun Baru 2026 juga telah terindikasi dari hasil survei Mandiri Spending Index (MSI), yang menunjukkan daya beli masyarakat tetap solid. Tren belanja yang menguat didorong oleh peningkatan aktivitas masyarakat dalam mempersiapkan liburan, termasuk lonjakan pembelian tiket kereta dan transportasi. Sektor pariwisata sendiri memiliki dampak signifikan pada perekonomian, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan UMKM. Dengan adanya kampanye promosi dan diskon besar, momentum Nataru diharapkan dapat lebih jauh menggerakkan sektor ekonomi seperti transportasi, ritel, makanan-minuman, dan hiburan.
Wali Kota Surabaya, Erry Cahyadi, juga telah menyatakan dukungan penuh terhadap program BINA ini melalui program "Surabaya Holiday Super Sale 2025" yang akan digelar pada 1-31 Desember, melibatkan berbagai pusat perbelanjaan dan destinasi wisata di Kota Pahlawan. Dukungan dari pemerintah daerah ini menunjukkan kolaborasi sinergis antara pusat dan daerah dalam mendorong wisata belanja nasional.