
Manado, Sulawesi Utara, telah lama dikenal sebagai surga bagi para pencinta kuliner pedas. Cita rasa masakan khasnya yang kaya rempah, berani, dan seringkali membakar lidah menjadi daya tarik utama yang membuat banyak wisatawan datang. Filosofi unik di balik dominannya rasa pedas ini, yang diyakini mengajarkan toleransi, turut menambah kedalaman pengalaman bersantap.
"Rica" dalam bahasa Manado sendiri berarti cabai atau pedas, yang menjadi penanda jelas karakter sebagian besar hidangannya. Bumbu rica-rica, yang melimpah cabai, bawang merah, bawang putih, jahe, daun jeruk, dan jeruk nipis, menjadi bumbu dasar ikonik yang tak hanya diterapkan pada ayam, tetapi juga ikan, bebek, cumi, udang, hingga cakalang.
Salah satu primadona kuliner pedas Manado adalah Ayam Rica-Rica, hidangan yang telah mendunia dengan sensasi pedas klasik, segar, dan harum. Selain itu, Woku Belanga atau Ikan Bumbu Woku juga menawarkan pengalaman rasa pedas gurih dengan kuah rempah kuning pekat yang kaya akan cabai, kunyit, jahe, serai, daun pandan, daun kemangi, dan perasan jeruk nipis. Hidangan ini bisa diolah dengan ikan kakap, tenggiri, ayam, atau cumi.
Bagi penggemar ikan, Cakalang Fufu Rica-Rica adalah pilihan tepat. Ikan cakalang asap dimasak dengan bumbu rica-rica pedas yang kuat, menciptakan kombinasi gurih, pedas, dan smoky. Cakalang fufu, ikan yang diasap hingga kering, sering disuwir dan dimasak lagi dengan bumbu rica-rica atau ditumis cabai hijau. Pampis, olahan cakalang suwir halus dengan bumbu pedas khas Manado, juga menyajikan cita rasa gurih dan segar.
Tak hanya hidangan utama, Manado juga memiliki deretan sambal yang siap memanjakan lidah para pencinta pedas. Sambal Roa menjadi sambal ikonik Manado yang menggunakan ikan roa asap sebagai bahan utama, dihaluskan bersama cabai rawit, tomat, bawang merah, dan bawang putih, kemudian ditumis. Cita rasanya gurih dengan sentuhan pedas yang kuat dan aroma khas ikan asap, cocok sebagai pelengkap bubur Manado (tinutuan), nasi putih, atau ikan goreng. Ada pula Sambal Dabu-Dabu, sambal segar yang tidak dimasak, terbuat dari irisan cabai rawit, bawang merah, tomat, dan perasan jeruk lokal seperti lemon cui, menghasilkan rasa pedas, asam, dan sedikit manis. Sambal ini sangat pas untuk dipadukan dengan hidangan panggang, khususnya ikan. Selain itu, Sambal Bakasang, yang berbahan dasar fermentasi perut ikan, juga menjadi pilihan unik dengan cita rasa yang kuat.
Bagi yang mencari kudapan pedas, Panada bisa menjadi pilihan. Roti goreng empuk ini berisi ikan cakalang pedas suwir. Untuk masakan berkuah dengan sensasi pedas dan asam, Ikan Kuah Asam menggabungkan ikan segar dengan bumbu seperti daun jeruk, cabai, tomat, jahe, dan asam kandis.
Rasa pedas pada masakan Manado bukan sekadar rasa, melainkan perpaduan rempah segar seperti cabai, bawang merah, bawang putih, jahe, kemiri, dan kunyit yang dihaluskan dan ditumis, menciptakan pasta bumbu kaya rasa yang pedas membara, gurih, sekaligus segar. Kekayaan kuliner Manado ini mudah ditemukan di berbagai sudut kota. Untuk mencicipi Cakalang Fufu otentik, kios-kios tradisional seperti Kios 88 Kalawat menjadi rekomendasi. Sementara itu, Rumah Kopi Tikala dikenal menyajikan Bubur Manado (Tinutuan) yang juga sering disantap dengan sambal roa pedas. Para penikmat pedas akan menemukan pengalaman kuliner yang memuaskan dan tak terlupakan di destinasi ini.