:strip_icc()/kly-media-production/medias/5419317/original/075774000_1763689257-000_84JC9G3.jpg)
Menanggapi insiden pencurian perhiasan senilai 88 juta Euro pada bulan Oktober lalu, Museum Louvre akan segera memasang 100 kamera pengawas baru serta sistem anti-intrusi. Pengumuman ini disampaikan oleh Direktur Louvre, Laurence des Cars, sebagai bagian dari upaya komprehensif untuk meningkatkan keamanan di salah satu museum paling terkenal di dunia tersebut.
Pencurian yang terjadi pada 19 Oktober 2025 itu melibatkan delapan perhiasan Mahkota Prancis dari Galerie d'Apollon. Para pencuri, yang menyamar sebagai pekerja konstruksi, melakukan aksinya selama jam operasional normal museum dan hanya membutuhkan waktu kurang dari delapan menit untuk membobol galeri menggunakan lift barang dan perkakas listrik. Meskipun beberapa tersangka telah ditangkap, barang-barang curian tersebut belum berhasil ditemukan.
Laurence des Cars menyatakan bahwa 100 kamera pengawas baru akan beroperasi penuh pada akhir tahun 2026, sementara sistem anti-intrusi akan mulai diterapkan dalam waktu dua minggu. Langkah-langkah darurat ini juga mencakup pembentukan posisi "koordinator keamanan" dan penguatan kerja sama dengan Departemen Kepolisian Paris, bahkan dengan rencana pendirian kantor polisi di dalam area Louvre. Des Cars mengakui bahwa insiden tersebut menyoroti adanya kekurangan dalam cakupan kamera keamanan eksternal museum. Peningkatan keamanan ini diharapkan dapat memberikan perlindungan menyeluruh terhadap lingkungan museum dan mencegah insiden serupa di masa mendatang.