:strip_icc()/kly-media-production/medias/2913375/original/015278100_1568698534-b.jpg)
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah mengkurasi 65 paket wisata khusus untuk menyambut momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, guna mendorong pergerakan wisatawan dan menggerakkan perekonomian nasional. Pengumuman ini disampaikan oleh Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ernawati, yang akrab disapa Ni Luh Puspa, dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 26 November 2025. Paket-paket wisata ini dirancang untuk memenuhi beragam preferensi wisatawan dan mencakup 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) serta berbagai destinasi unggulan lainnya di seluruh Indonesia. Destinasi populer seperti Yogyakarta hingga Raja Ampat menjadi bagian dari penawaran ini, mencerminkan komitmen Kemenparekraf untuk menghadirkan pengalaman liburan yang variatif dan berkualitas.
Selain paket wisata, pemerintah juga secara aktif memberikan dukungan melalui kebijakan diskon tiket transportasi lintas moda. Mulai 21 November 2025, masyarakat dapat menikmati diskon hingga 30 persen untuk tiket kereta api, 20 persen untuk angkutan laut PELNI, dan antara 13 hingga 14 persen untuk tiket pesawat kelas ekonomi pada periode keberangkatan 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. Langkah ini merupakan arahan langsung dari Presiden untuk memberikan insentif dan layanan transportasi yang lebih terjangkau, demi mengoptimalkan mobilitas masyarakat selama Nataru 2025/2026.
Pemerintah menargetkan 1,3 juta kedatangan wisatawan mancanegara dan sekitar 100 juta pergerakan wisatawan nusantara sepanjang Desember 2025. Untuk mendukung target ini, Kemenparekraf juga menyiapkan 244 event yang tersebar di seluruh Indonesia. Beberapa agenda utama yang disiapkan meliputi Festival Pesona Minangkabau di Sumatera Barat, JogjaROCKarta Festival di Yogyakarta, Festiloka Panggung Nusantara di Anjungan Sarinah Jakarta, serta perayaan GWK Bali Countdown 2026 di Bali. Inisiatif ini diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025.