
Lampung, sebuah provinsi di ujung selatan Pulau Sumatera, bukan hanya dikenal sebagai gerbang utama menuju pulau besar ini, tetapi juga menyimpan segudang pesona alam, kekayaan budaya, dan melahirkan figur-figur berprestasi yang mengharumkan nama bangsa. Dari arena olahraga internasional hingga cangkir kopi dunia, Lampung menawarkan pengalaman yang komprehensif bagi setiap penjelajah. Berikut adalah sembilan fakta menarik tentang Lampung:
Pertama, Lampung adalah tanah kelahiran atlet angkat besi kebanggaan Indonesia, Eko Yuli Irawan. Lahir di Kota Metro pada 24 Juli 1989, Eko Yuli memulai kariernya di usia 11 tahun dan telah mengukir sejarah dengan meraih berbagai medali Olimpiade, termasuk perunggu pada Olimpiade Beijing 2008 dan London 2012, serta perak pada Olimpiade Rio 2016 dan Tokyo 2020. Ia juga berhasil menyabet medali emas Asian Games pada tahun 2018 dan 2019.
Kedua, Lampung merupakan produsen kopi robusta unggulan yang diakui dunia. Kopi Robusta Lampung terkenal dengan profil rasa yang kuat dan berani, diperkaya dengan sentuhan rempah dan cokelat, serta memiliki tingkat keasaman rendah dan kandungan kafein tinggi. Pada tahun 2023, Lampung menduduki posisi kedua sebagai provinsi penghasil kopi terbesar di Indonesia dengan volume produksi 108,1 ribu ton, setelah Sumatera Selatan. Lampung juga menyumbang sekitar 70 persen dari total produksi kopi robusta nasional.
Ketiga, Lampung adalah "rumah" bagi gajah Sumatera, dengan keberadaan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Lampung Timur. Didirikan sebagai suaka margasatwa oleh Belanda pada tahun 1937 dan ditetapkan sebagai taman nasional pada tahun 1982/1989, TNWK menjadi pusat konservasi dan pelatihan gajah Sumatera yang vital. Taman nasional seluas 125.631 hektar ini melindungi sekitar 200 gajah Sumatera dan satwa langka lainnya seperti harimau, badak, dan tapir. Hingga Agustus 2025, Balai TNWK merawat 61 ekor gajah jinak yang berperan dalam edukasi konservasi.
Keempat, Lampung dikenal sebagai pintu gerbang utama Pulau Sumatera. Posisi geografisnya yang strategis menjadikan Lampung sebagai titik awal bagi banyak perjalanan menuju berbagai wilayah di Sumatera.
Kelima, Lampung memiliki kekayaan pantai yang memukau. Dengan garis pantai sepanjang 1.105 km, provinsi ini menawarkan beragam keindahan pantai, mulai dari Pantai Gigi Hiu dengan formasi batuan uniknya, Pantai Klara dengan air jernih dan pasir timbulnya, Pantai Pasir Putih yang populer, hingga keindahan bawah laut Pulau Pahawang.
Keenam, Lampung adalah pewaris aksara kuno yang khas, yaitu Aksara Lampung atau Had Lampung. Aksara ini memiliki kaitan historis dengan aksara Pallawa dari India, menunjukkan kekayaan budaya dan peradaban masa lalu Lampung.
Ketujuh, semboyan Provinsi Lampung adalah "Sai Bumi Ruwa Jurai", yang berarti "satu bumi dua aliran adat budaya". Semboyan ini mencerminkan keberagaman masyarakat Lampung yang terdiri dari dua suku adat utama, yaitu Pepadun dan Saibatin, serta berbagai suku pendatang yang hidup berdampingan.
Kedelapan, Lampung terkenal dengan oleh-oleh khasnya, yaitu keripik pisang. Berbagai varian rasa keripik pisang dari Lampung telah menjadi buah tangan favorit wisatawan dan ikon kuliner daerah.
Kesembilan, Menara Siger adalah ikonik landmark yang megah di Lampung. Berlokasi di dekat Pelabuhan Bakauheni, menara ini menjadi simbol identitas Provinsi Lampung dan menawarkan pemandangan panorama Teluk Lampung dan sekitarnya yang memukau.