:strip_icc()/kly-media-production/medias/5423464/original/045412700_1764063538-_Photo_1__Korean_Air_new_in-flight_meal_containers.jpg)
Maskapai Korean Air mengambil langkah signifikan menuju keberlanjutan dengan memperkenalkan wadah makanan dalam penerbangan yang lebih ramah lingkungan. Perubahan ini, yang mengakhiri penggunaan wadah standar selama dua dekade, akan diluncurkan secara bertahap mulai Desember 2025 pada rute-rute tertentu yang beroperasi dari Seoul, dengan rencana ekspansi ke seluruh jaringan penerbangan pada akhir tahun 2026.
Wadah baru ini terbuat dari pulp nabati non-kayu yang bersumber dari bahan-bahan seperti jerami, tebu, dan bambu. Material ini dipilih karena dapat diproduksi tanpa penebangan pohon, menawarkan alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan produk plastik dan kertas tradisional. Korean Air menyatakan bahwa transisi ini dapat mengurangi emisi karbon terkait produk-produk tersebut sekitar 60 persen.
Wadah berbasis tanaman ini juga dirancang untuk memiliki ketahanan panas dan daya tahan yang kuat, memastikan kualitas makanan tetap terjaga meskipun terpapar suhu tinggi dalam jangka waktu lama selama penerbangan. Wadah ini akan digunakan untuk hidangan utama, khususnya makanan Korea dan Barat di kelas ekonomi.
Inisiatif ini adalah bagian dari upaya keberlanjutan Korean Air yang lebih luas. Pada tahun 2023, maskapai ini telah mengganti peralatan makan plastik sekali pakai dengan peralatan bambu dan memperkenalkan serbet serat bambu yang tidak dikelantang. Selain itu, Korean Air juga menjalankan program daur ulang yang mengubah seragam awak kabin yang sudah pensiun menjadi kantung medis dan selimut dalam penerbangan menjadi penutup kantung air panas yang dapat digunakan kembali. Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen maskapai dalam mengurangi limbah, memperpanjang masa pakai material, dan mendukung peta jalan keberlanjutan yang lebih luas.