
Kisah inspiratif datang dari sebuah rumah makan legendaris di Puncak, Bogor, yang berhasil bertransformasi dari sebuah warung kecil menjadi destinasi kuliner favorit dengan pemandangan perbukitan yang menawan. Restoran tersebut adalah Bumi Aki, yang telah melayani para pengunjung selama puluhan tahun.
Berawal dari sebuah warung sederhana yang dijalankan oleh sepasang suami istri pada tahun 1987, Bumi Aki dulunya dikenal sebagai warung kopi yang juga menjajakan mi instan, layaknya warung-warung kecil lain di kawasan Puncak. Menu andalan pertamanya yang memikat hati pelanggan adalah nasi goreng kampung Bumi Aki. Dengan ketekunan dan dedikasi, warung kecil ini perlahan tumbuh dan berkembang menjadi restoran besar yang dikenal luas.
Kini, Bumi Aki tetap mempertahankan cita rasa nasi goreng kampung orisinalnya, sekaligus menyajikan beragam hidangan khas Sunda dan Indonesia yang menjadi favorit, seperti sate kambing, gurame makcombrang, dan sop buntut. Salah satu daya tarik utama Bumi Aki adalah pengalaman bersantap yang disuguhkan dengan latar belakang pemandangan perbukitan hijau yang memukau. Pengunjung dapat menikmati hidangan lezat sembari dimanjakan oleh panorama alam yang menyejukkan.
Restoran ini juga dikenal sangat ramah keluarga, menjadikannya pilihan utama bagi mereka yang ingin menghabiskan waktu bersama. Banyak pelanggan setia yang telah berkunjung dari generasi ke generasi, merasakan suasana "feels like home" atau seperti makan di rumah sendiri. Bumi Aki terus berinovasi dalam menu, ruang makan, dan fasilitasnya, memastikan bahwa pengunjung tidak hanya bernostalgia tetapi juga mendapatkan pengalaman baru setiap kali datang. Keberadaannya yang telah mencapai usia 38 tahun ini menjadikannya salah satu ikon kuliner dan destinasi wisata yang tak lekang oleh waktu di Puncak, Bogor.